, Labuhanbatu – Bupati Labuhanbatu mendukung Kabupaten Labuhanbatu menduduki tingkat pertama nasional kampung Keluarga Berkualitas (KB) setelah sebelumnya dinobatkan sebagai juara pertama kampung KB tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Hal tersebut disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Labuhanbatu Sarimpunan Ritonga saat mendampingi tim verifikasi lomba penguatan kampung KB di rumah data KB, Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (29/3/2023).
Ia juga mengatakan, program kampung KB ini merupakan program unggulan di era pemerintah saat ini.
“Saya berharap, agar pembangunan dimulai dari daerah-daerah pinggiran dalam kerangka negara kesatuan, sehingga akan terwujud percepatan proses pembangunan melalui intervensi yang dilakukan berbagai pihak yang saling bersinergi,” ujarnya.
Menurutnya, kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau desa melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana, serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
“Intervensi pengembangan kampung KB dari lintas sektor diharapkan untuk dimensi pembangunan agar masyarakat merasakan manfaat dari pengembangan kampung KB, program ini merupakan kegiatan yang dilakukan dari oleh dan untuk masyarakat. Pemerintahannya memfasilitasi akan tetapi masyarakat lah sebagai pelaku dan penentu pembangunan,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, sebagai langkah untuk meningkatkan capaian target nasional terbaik pertama, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah yang terkait akan terus berupaya melakukan berbagai intervensi untuk mengurai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Untuk itu, mari kita kerjasama dan sama-sama bekerja demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera,” tuturnya.
Terakhir, ia menjelaskan, pengembangan kampung KB di Kabupaten Labuhanbatu ini mengusung tema tersedianya pos terintegrasi, yaitu Posyandu dan bina keluarga balita.
“Poster integrasi ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terutama yang memiliki balita dalam rangka percepatan penurunan stunting. Hal ini dilakukan untuk membantu para calon orang tua dan orang tua yang memiliki anak usia 0 – 5 tahun agar memahami proses pertumbuhan terutama 1000 hari pertama kehidupan. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, budayakan kembali semangat gotong royong untuk bersama-sama membolo Labuhanbatu tercinta,” tutupnya.
Sementara itu, tim verifikator Provinsi Sumut Reza mengajak seluruh masyarakat Desa Pondok Batu untuk tetap berkomitmen menjaga program yang telah berjalan.
“Semoga lebih baik lagi dan bisa menduduki peringkat di tingkat nasional,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) dan akte kelahiran kepada masyarakat. (Daily/Wanty)












