Di Balik Gemerlap PRSU 2026, Ada Kerja Senyap Kominfo Sumut Erwin Harahap

DAILYPOST.ID MEDAN – Gemerlap lampu panggung, padatnya pengunjung, dan ramainya stan pameran menjadi wajah Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang paling mudah dilihat publik.

Namun di balik kemeriahan itu, ada pekerjaan yang tidak terlihat tetapi menentukan bagaimana perhelatan dikenang masyarakat: membangun komunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, Erwin Hotmansyah Harahap, tampaknya memahami prinsip itu. Ia tidak mengambil panggung utama. Ia juga bukan penanggung jawab penyelenggaraan PRSU. Amanah itu berada di tangan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (Perseroda) di bawah Direktur Utama Ferry Indra.

Namun Erwin memahami satu hal: publik menilai hasil secara utuh, bukan berdasarkan pembagian kewenangan. Bila PRSU sukses, apresiasi akan mengarah kepada Pemprov Sumut di bawah Gubernur Bobby Nasution. Sebaliknya, jika ada kekurangan, sorotan juga akan tertuju ke pemerintah.

Kesadaran itulah yang melandasi langkah Dinas Kominfo Sumut. Alih-alih hanya menyerahkan publikasi kepada penyelenggara, Erwin membangun kolaborasi yang lebih luas.

Sebanyak 115 wartawan Forum Wartawan Pemprov Sumut dikoordinasikan untuk meliput PRSU sejak pembukaan hingga penutupan. Bersama PT PPSU, disiapkan media center, sistem piket harian, identitas resmi peliputan, hingga ruang kerja bagi wartawan.

Sekilas terlihat seperti urusan teknis kehumasan. Padahal maknanya strategis. Erwin memahami keberhasilan agenda pemerintahan tidak cukup hanya lewat pelaksanaan yang baik. Ia juga butuh komunikasi publik yang tertata agar masyarakat mendapat informasi utuh, akurat, dan berimbang.

Ia tidak mengambil alih panggung Ferry Indra. Sebaliknya, ia memperkuat panggung itu melalui ekosistem komunikasi. Ferry tetap menjadi wajah penyelenggara. Wartawan menjalankan fungsi jurnalistiknya. Kominfo menjadi penghubung agar informasi dari lapangan mengalir ke masyarakat.

Model kerja ini menunjukkan komunikasi publik bukan sekadar menyebarluaskan berita, tetapi bagian dari tata kelola pemerintahan. Di era informasi cepat, persepsi masyarakat dibentuk bukan hanya oleh apa yang dikerjakan, tetapi juga sejauh mana pekerjaan itu dipahami.

Pilihan Erwin untuk bekerja melalui kolaborasi juga memperlihatkan gaya birokrasi yang tidak berorientasi pada sorotan pribadi. Ia memastikan setiap perangkat menjalankan perannya secara optimal.

Publik mungkin tidak tahu siapa yang menyiapkan media center atau mengatur jadwal peliputan. Namun ketika informasi PRSU mengalir setiap hari dan masyarakat mendapat gambaran utuh, sesungguhnya ada kerja senyap yang berlangsung di belakang layar.

Barangkali di situlah letak strategi Erwin Hotmansyah Harahap. Ia tidak membangun panggung untuk dirinya. Ia membangun panggung bagi keberhasilan program pemerintah. (JB).

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version