GORONTALO – Meski tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap berkomitmen penuh terhadap pelayanan transportasi publik bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Abdul Karim Rauf, dalam keterangannya pada dailypost.id, Sabtu (21/06/2025).
Menurut Abdul Karim Rauf, di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, pelayanan transportasi tetap menjadi prioritas, khususnya untuk masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelajar.
“Memang saat ini ada efisiensi, tapi pelayanan transportasi tetap berjalan. Ada angkutan perintis di 5 lokasi yang belum terjangkau angkutan umum, layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang rutenya melalui banyak fasilitas umum dan sosial di antaranya kampus, rumah sakit, pusat perbelanjaan, mall, rumah sakit, dan juga ada layanan angkutan wisata setiap akhir pekan,” jelas Abdul Karim.
Lebih lanjut, Kabid Angkutan Jalan ini mengatakan bahwa Bus Rapid Transit (BRT) Gorontalo saat ini melayani rute dari Kantor Dinas Perhubungan Provinsi hingga Kampus 1 dan Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Empat unit bus beroperasi setiap hari kerja, dari Senin hingga Jumat, tarifnya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp2.000 bagi pelajar dan mahasiswa, serta Rp5.000 untuk masyarakat umum, berkat subsidi dari pemerintah.
“Layanannya nyaman karena semua bus sudah dilengkapi AC. Pembayarannya pun bisa tunai atau melalui QRIS,” ungkapnya.
Tidak hanya mendukung mobilitas pendidikan dan keseharian masyarakat, Dishub Provinsi Gorontalo juga menyediakan Angkutan Pariwisata khusus setiap akhir pekan. Dimana angkutan tersebut beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, dari Terminal Dungingi ke Pantai Botutonuo dan dari Terminal Dungingi ke Danau Perintis, dengan tarifnya yang tetap ramah di kantong, yakni Rp 5.000 per orang.
“Ini sejalan dan mendukung program unggulan Bapak Gubernur Gusnar Ismail dan Ibu Wakil Gubernur Idah Syahidah yaitu program pengembangan pariwisata daerah. Harapannya masyarakat dan wisatawan bisa menikmati akses yang lebih mudah dan murah menuju destinasi wisata,” tambah Karim.
Dishub mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan layanan transportasi ini, yang dinilai saat ini masih banyak digunakan hanya oleh kalangan mahasiswa. Padahal rute BRT juga bisa mengakomodasi mobilitas masyarakat umum, seperti dari kawasan Andalas ke Mall atau dari Suwawa ke pusat perbelanjaan, dengan biaya yang sangat murah.
“Sayang sekali kalau fasilitas ini tidak dimanfaatkan maksimal. Busnya nyaman, murah, dan rutenya pas untuk aktivitas harian,” pungkasnya.












