Gorontalo — Dengan semangat nasionalisme yang membara, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Gorontalo resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres Nasional GMNI ke-XXII yang akan digelar di Kota Bandung.
Dalam pernyataan resminya, Ketua DPD GMNI Gorontalo, Ikhsan A. Karim, menegaskan bahwa partisipasi mereka dalam kongres kali ini bukan sekadar kehadiran administratif, melainkan bentuk komitmen ideologis dan kesadaran sejarah. “Kami akan datang ke Kongres bukan membawa ambisi, tapi amanah sejarah,” ujar Ikhsan yang akrab disapa Bung Ikhsan, Sabtu (21/06/2025).
DPD GMNI Gorontalo memaknai Bandung bukan hanya sebagai lokasi kongres, melainkan sebagai simbol perjuangan dan kebangkitan ideologi nasional. Kota ini pernah menjadi saksi Konferensi Asia-Afrika dan semangat anti-kolonialisme yang menginspirasi dunia.
“Bandung bagi kami bukan hanya tempat, ia adalah panggilan,” tegas Ikhsan.
DPD GMNI Gorontalo menyerukan agar Kongres ke-XXII dijadikan momentum konsolidasi gerakan, bukan hanya ajang pemilihan semata. Di tengah kondisi bangsa yang kian tergerus arus digital dan polusi informasi, GMNI diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan ideologis yang membumi dan berpihak pada rakyat.
“Kongres harus menjadi ruang kontemplasi dan keberanian moral,” tambah Ikhsan, sembari mengutip pesan Bung Karno di Bandung tahun 1955: “Berjaya atau tidaknya perjuangan kita, sangat bergantung kepada api dalam dada tiap pemuda.”
DPD GMNI Gorontalo juga menegaskan bahwa kehadiran mereka di kongres akan membawa suara-suara rakyat kecil dari Timur Indonesia.
“Kami datang bukan hanya membawa nama kami, tapi juga suara nelayan di Teluk Tomini, petani jagung di Limboto, buruh lepas di Bone Bolango, dan penambang rakyat di Pohuwato,” ungkap Ikhsan.
Menutup pernyataannya, DPD GMNI Gorontalo menyerukan kepada seluruh elemen GMNI se-Indonesia agar menjaga kedaulatan organisasi dari intervensi politik praktis. Kongres ini, menurut mereka, harus menjadi panggung perjuangan ide, bukan ruang transaksi kekuasaan.
“Kongres ini adalah kesempatan untuk merajut kembali arah gerakan, menjahit robekan persatuan, dan menyalakan kembali api pemikiran nasional yang berpijak pada tanah rakyat,” pungkas Ikhsan.












