Dongkrak Kualitas SDM, DKPTPH Gorontalo Kejar Target Skor Pola Pangan Harapan 2026

Akbar

Dailypost Gorontalo – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo bergerak cepat mengevaluasi dan menyusun strategi peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Penyusunan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari kabupaten dan kota ini bertujuan mengidentifikasi kondisi konsumsi harian warga sekaligus merumuskan langkah konkret demi mendongkrak status gizi di daerah.

Untuk menghasilkan data yang presisi dan kebijakan yang tepat sasaran, rakor ini menghadirkan dua pakar otoritatif, yaitu Muthia Afifah, S.T.P. selaku Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama dari Badan Pangan Nasional, serta Prasaja Arifiyanto, S.ST., M.Si. selaku Statistisi Ahli Madya dari BPS Provinsi Gorontalo. Kolaborasi kedua narasumber ini secara khusus membedah strategi penyusunan instrumen PPH serta melakukan sinkronisasi dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Penyelarasan data ini dinilai sangat krusial agar pemerintah daerah dapat memetakan komoditas pangan apa saja yang konsumsinya masih rendah, sehingga intervensi kebijakan di tingkat kabupaten dan kota bisa jauh lebih efektif dan tepat sasaran.

Kepala DKPTPH Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa ketahanan pangan yang tangguh wajib menyentuh aspek kualitas konsumsi, bukan sekadar urusan ketersediaan stok di pasar. Skor PPH bukan sekadar angka statistik di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari keberhasilan daerah dalam mendorong masyarakat mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Melalui forum koordinasi ini, seluruh aparatur ketahanan pangan diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam mengolah, menghitung, dan menginterpretasikan data pangan secara akurat sebagai modal utama menyusun program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain akurasi data, poin krusial lain yang dihasilkan dalam rakor ini adalah penekanan pada kolaborasi multisektor dan optimalisasi potensi lokal. Masalah pemenuhan gizi tidak bisa diselesaikan oleh sektor pertanian sendirian, melainkan harus melibatkan sinergi dari sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga perindustrian dan perdagangan. Sinergi ini juga harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan pangan lokal Gorontalo, mulai dari penguatan produksi hulu, tata kelola pengolahan, hingga efisiensi distribusi dan pemasarannya.

Melalui laporan resmi panitia pelaksana, diharapkan output dari rakor ini tidak mandek sebagai wacana, melainkan segera ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Target akhirnya sangat jelas, yaitu memastikan peningkatan skor PPH memberikan dampak nyata terhadap perbaikan pola konsumsi harian masyarakat, yang pada gilirannya akan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Gorontalo yang lebih sehat, cerdas, aktif, dan berdaya saing tinggi.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version