Gorontalo – Di tengah keluhan masyarakat Gorontalo terkait persaingan ketat di lapangan kerja oleh pendatang dari luar daerah Gorontalo, pemerintah daerah mendorong langkah-langkah untuk mengatasi masalah pengangguran.
Meskipun angka pengangguran di Gorontalo masih di atas rata-rata nasional, Dinas Tenaga Kerja terus melakukan improvisasi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu langkah yang diambil adalah penyediaan program magang yang ditujukan khusus bagi warga Gorontalo.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kerja kepada warga setempat serta meminimalisir persaingan dari luar daerah. Dukungan anggaran dari aspirasi masyarakat diarahkan untuk mendukung program magang ini.
“Mendorong dinas tenaga kerja dalam hal ini, terus berimprovisasi, membuat inovasi untuk penanggulangan itu. Diantaranya adalah menyiapkan magang-magang kerja itu, yang itu harus ber KTP Gorontalo,” ungkap Adnan Entengo kepada media, Senin (06/05/2024) di ruang kerja Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo.
Adnan Entengo mengatakan bahwa diskusi dengan Dinas Tenaga Kerja juga mengemuka terkait pembangunan Kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Gorontalo. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lokal, terutama bagi mereka yang berpotensi bekerja di luar negeri.
“Kita mendorong pembangunan kantor (BNP2TKI), jadi tenaga kerja di Gorontalo yang itu nanti akan bisa menyerap tenaga kerja, khususnya mereka nanti yang keluar negeri,” ungkap Adnan Entengo.
Sementara itu, pihak DPRD akan mencoba untuk membuat regulasi yang mengatur pembatasan akses ke beberapa bidang pekerjaan tertentu. Regulasi ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mendapatkan pekerjaan dan mengurangi persaingan dengan pendatang.
Meskipun demikian, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan dan perlu kebijakan lebih lanjut. Namun, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) terkait tenaga kerja yang perlu dimaksimalkan implementasinya untuk memberikan dampak yang signifikan dalam menangani masalah pengangguran.
Pemerintah daerah juga berupaya meminta komitmen dari pelaku usaha untuk memprioritaskan perekrutan putra-putri daerah. Komitmen ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesempatan kerja bagi warga Gorontalo serta menciptakan keseimbangan yang lebih baik di pasar tenaga kerja lokal.
(Winanda)












