Gorontalo – Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 2 Limboto untuk mengawasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo, menyampaikan bahwa hingga saat ini, target penerimaan siswa baru yang dicanangkan oleh SMK N 2 Limboto belum terpenuhi.
“Saat ini, anak didik atau peserta didik lebih banyak memilih Sekolah Menengah Atas (SMA) daripada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” ungkap Adnan Entengo.
Lebih lanjut, Adnan menjelaskan bahwa dari target 250 peserta didik, baru 95 siswa yang mengambil formulir pendaftaran di SMK N 2 Limboto, dan hanya 35 siswa yang telah mengembalikan formulir tersebut.
“Masih cukup jauh untuk pihak sekolah mencapai target penerimaan siswa baru. Kita doakan mudah-mudahan ini bisa maksimal,” harap Adnan Entengo.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo untuk memantau dan memastikan bahwa setiap sekolah di wilayah tersebut dapat memenuhi target penerimaan siswa baru serta memberikan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat mendorong minat siswa untuk memilih SMK sebagai pilihan pendidikan yang memberikan keterampilan siap kerja.
SMK N 2 Limboto sendiri telah menyiapkan berbagai program unggulan dan fasilitas penunjang untuk menarik minat calon peserta didik. Dengan adanya dukungan dari DPRD Provinsi Gorontalo, diharapkan sekolah ini dapat mencapai target penerimaan siswa baru dan terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di daerah tersebut.
Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo terus berkomitmen untuk mendukung dan mengawasi proses pendidikan di daerah ini, guna memastikan setiap siswa mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Kunjungan kerja seperti ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan komitmen tersebut.













