Filter Bubble: Di Balik Nyamannya Bermedia Sosial

Dailypost.id
Putri Orchid Wira Wibowo, foto: Facebook

DAILYPOST.ID , Artikel – Di zaman serba digital seperti ini tentunya tidak asing lagi dengan media sosial. Perkembangan media sosial berjalan semakin cepat mengingat peran teknologi yang tidak dapat dilepaskan lagi dari setiap aktivitas manusia.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh We Are Social di tahun 2020, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta orang dari total populasi 271 juta. Artinya 59% orang di Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial.

Dengan pengguna sebesar itu, tentunya media sosial memiliki sesuatu yang tersembunyi yang mampu membuat penggunanya nyaman berlama-lama bermain sosial media. Banyak orang beranggapan karena fiturnya yang lengkap, UX Interface yang nyaman dan kemudahan akses dengan dunia luar.

Namun, ada yang terlupa di balik keunggulan tersebut yang membuat seseorang nyaman berlama-lama dengan sosial. Sosial media tahu betul apa yang diinginkan oleh penggunanya. Antara pengguna satu dengan jutaan pengguna lainnya yang memiliki keinginan berbeda media sosial mampu menyediakan informasi, berita dan layanan yang sesuai dengan keinginan pengguna. Hal inilah yang disebut dengan filter bubble.

Filter Bubble merupakan gelembung virtual penyaring informasi yang didapatkan seseorang ketika bermedia sosial, sehingga media sosial akan membentuk algoritma sesuai dengan apa yang kita inginkan. Filter bubble ini bekerja pada mesin – mesin pencari dan media sosial.

Dengan filter bubble ini maka media sosial akan menyuguhkan informasi – informasi terkait apa yang biasa kita cari dan klik di media sosial.

Hal ini saya ketahui ketika dalam satu waktu yang sama dengan teman saya membuka laman Instagram. Dalam timeline akun Instagram saya banyak menyuguhkan informasi terkait politik, ekonomi dan kegiatan – kegiatan sosial. Bahkan pada saat itu banyak sekali saya jumpai terkait informasi upaya pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional tahun 2021.

Namun hal berbeda saya temui diakun Instagram teman saya, dalam akun instagram teman saya banyak sekali bertebaran akun – akun yang membahas terkait isu – isu selebriti, salah satunya pernikahan Atta dan Aurel. Anehnya, minim sekali untuk saya menjumpai terkait isu – isu selebriti dalam timeline akun Instagram saya.

Perbedaan konten ini sebenernyan memang sesuatu yang wajar karena ada sebuah algoritma yang tercipta untuk menghadirkan informasi – informasi yang paling disukai dan relevan dengan pribadi pengguna. Hal tersebut dikarenakan tujuan dari algoritma adalah untuk memudahkan dalam melacak data pengguna.

Namun dibalik media sosial yang memanjakan penggunanya dengan adannya filter bubble tersebut, membuat pengguna hanya mengonsumsi informasi – informasi yang dia suka. Sehingga ketika ada informasi diluar yang pengguna itu suka, pengguna tersebut enggan untuk mencari tahu. Hal ini mampu membentuk perilaku kebiasaan manusia seseorang terpolarisasi dengan kelompok di sisi lawan. Ketika bertemu dengan orang lain yang tidak segelembung dengannya, ia akan menganggap bahwa mereka adalah minoritas, yang kemudian berdampak pada munculnya perilaku intoleran, perpecahan, sentimen, serta menolak adanya perbedaan.

Hal unik lainnya yang perlu kita ketahui dan sudah bukan rahasia lagi bahwa internet termasuk media sosial merupakan tempat dimana privasi seseorang hilang, pengguna media sosial nyaris tidak memiliki privasi.

Algoritma situs-situs di media sosial mampu mengenali profil kita dan menjualnya ke para pengiklan. Itulah mengapa iklan yang sering ditampilkan pada akun instagram setiap pengguna sesuai dengan apa yang mereka suka. Misalnya ketika kamu ingin membeli laptop dan mencarinya melalui media sosial.

Tak lama kemudian bahkan sampai keesokannya tanpa kamu mencari, algoritma dalam akun media sosial kamu akan menampilkan iklan – iklan akun yang berjualan laptop. Itu lagi – lagi ulah dari algoritma sosial media.

Penulis: Putri Orchid Wira Wibowo

Putri Orchid Wira Wibowo, foto: Facebook
Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version