, Gorontalo – Selang waktu di tahun 2023 ini, Gorontalo mengalami lonjakan kasus bunuh diri yang mencemaskan, melebihi angka nasional. Dalam kurun waktu 7 bulan, telah tercatat 21 korban yang menjadi korban kasus bunuh diri di provinsi ini. Pada tanggal 25 Juli 2023, kasus tersebut kembali terulang, memperdalam keprihatinan masyarakat.
Ketua GMNI Kabupaten Gorontalo, Rizal Agu, menyoroti isu ini dan menuntut tindakan dari pemerintah daerah. Menurutnya, salah satu pemicu dari kasus-kasus ini adalah kesulitan ekonomi yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi.
“Dari banyaknya kasus bunuh diri di Provinsi Gorontalo, salah satu pemicunya adalah faktor ekonomi yang sulit diatasi oleh pemerintah, baik itu tingkat daerah maupun provinsi. Oleh karena itu, saya mendesak Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah aksi bunuh diri ini. Perlu diadakan seminar/webinar besar-besaran atau langkah lain yang efektif untuk mencegah tragedi ini,” ungkap Rizal Agu dalam wawancara dengan daylipost.id.
Ketua GMNI ini juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kebijakan pemerintah setempat yang berencana untuk melakukan PHK massal terhadap tenaga honorer di wilayah ini. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang yang bisa terjadi.

“Saya sangat prihatin dengan rencana Pemerintah Gorontalo untuk melakukan PHK besar-besaran terhadap tenaga honorer di wilayah ini. Hal ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan, dan kemungkinan dapat menjadi pemicu rentetan kasus bunuh diri di Gorontalo,” tambahnya.
Rizal Agu berharap agar pemerintah tidak hanya terfokus pada diskusi-diskusi terkait pemilihan 2024 mendatang, tetapi juga harus proaktif dalam menangani isu-isu yang tengah marak di masyarakat, termasuk kasus bunuh diri yang memprihatinkan. Hal ini diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya sibuk dengan momen penyambutan 2024, tanpa memikirkan nasib masyarakat. Perlu adanya diskusi serius untuk menangani isu ini agar tragedi serupa tidak terjadi lagi! Apakah mungkin suara sound sistem diperlukan untuk mengingatkan mereka?” pungkasnya.
Dengan adanya pernyataan tegas dari Ketua GMNI Kabupaten Gorontalo, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama mencari solusi terbaik untuk mencegah kasus bunuh diri yang mengkhawatirkan ini dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga upaya bersama ini dapat memberikan perlindungan dan bantuan bagi warga Gorontalo yang sedang mengalami kesulitan dan putus asa.
(RA**)












