https://wa.wizard.id/003a1b

Inflasi Gorontalo Juni 2025 di Angka 0,80 Persen, Komoditas Rokok dan Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Utama

Riski Kakilo
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo (Foto: Istimewa).

DAILYPOST.ID Gorontalo – Provinsi Gorontalo mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 0,80 persen pada Juni 2025. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, kenaikan harga terjadi di sejumlah kelompok pengeluaran, dengan sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami lonjakan tertinggi sebesar 5,57 persen, disusul oleh penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,80 persen.

Secara wilayah, inflasi y-on-y di Kabupaten Gorontalo tercatat sebesar 0,81 persen, sementara Kota Gorontalo mencatat inflasi sebesar 0,77 persen. Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan dari 106,87 pada Juni 2024 menjadi 107,72 pada Juni 2025.

Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dalam siaran Berita Resmi Statistik (BRS) menjelaskan bahwa tekanan inflasi diimbangi dengan deflasi pada beberapa kelompok pengeluaran.

“Tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,99 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,79 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,76 persen,” ujar Dwi Alwi Astuti, Selasa (01/07/2025).

Komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan antara lain sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk, terong, emas perhiasan, tarif air PAM, nasi dengan lauk, pasta gigi, dan krim wajah.

Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juni 2025 tercatat 0,37 persen, mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2025. Untuk inflasi kumulatif sejak Januari 2025 (year-to-date/y-to-d), tercatat sebesar 1,05 persen, yang menunjukkan laju inflasi masih berada dalam kondisi terkendali.

“Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada delapan kelompok pengeluaran,” kata Dwi Alwi Astuti.

Lebih lanjut, Dwi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menahan laju inflasi agar tidak berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Langkah pengendalian inflasi perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat sendiri. Tujuannya agar daya beli tetap terjaga dan inflasi tidak menekan konsumsi rumah tangga,” pungkasnya.

Secara umum, kondisi inflasi di Provinsi Gorontalo pada Juni 2025 dinilai relatif stabil dan masih dalam rentang aman. Meskipun terdapat tekanan harga pada beberapa komoditas, sejumlah sektor justru menunjukkan tren penurunan harga. Hal ini memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan strategi pengendalian harga, menjaga kestabilan ekonomi lokal, serta melindungi daya beli masyarakat dari dampak inflasi yang fluktuatif.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version