, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menyatakan bahwa destinasi wisata di wilayah Trenggalek tetap dibuka pada libur lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 Masehi.
Namun jumlah pengunjung dibatasi hanya boleh dikunjungi maksimal 50 persen dari total kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Kepala Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup tempat wisata yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek, selama musim libur Lebaran Idul Fitri 2021.
“Untuk daerah wisata di Kabupaten Trenggalek, kami tidak melakukan penutupan pada saat libur Lebaran, tetapi setiap destinasi wisata hanya boleh dikunjungi wisatawan maksimal 50 persen dari total kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Sunyoto kepada dailypost.id, Jumat (7/5/2021).
Alasan Pembatasan jumlah kunjungan wisatawan itu agar tidak terjadi penyebaran COVID-19.
Sunyoto menambahkan, pada libur Lebaran yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei 2021 tersebut, jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah daerah wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek diperkirakan akan mengalami peningkatan.

Kondisi meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata di Kabupaten Trenggalek tersebut, menurut Dia, dikarenakan adanya larangan bepergian ke luar kota oleh pemerintah.
Namun, lanjut Sunyoto, meskipun destinasi wisata tersebut tetap dibuka dan diperkirakan akan ramai pengunjung, pihaknya memastikan para pengelola daerah tujuan wisata itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, karena pandemi COVID-19 belum berakhir.
“Para pengelola destinasi wisata sudah memiliki komitmen bersama dalam bekerja. Tetap mengutamakan keselamatan umum” imbuhnya.

Sunyoto juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi serta himbauan kepada masyarakat baik melalui audio dan visual dan diharapkan akan muncul kesadaran mandiri masyarakat untuk mau secara berkelanjutan menerapkan protokol kesehatan.
“Prediksi kami (daerah tujuan wisata) di kabupaten Trenggalek akan ramai, karena (masyarakat) dilarang keluar kota. Namun, kami menghimbau masyarakat lebih baik tidak keluar rumah untuk berwisata dan jika ingin berwisata maka wajib menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya. (Adv/Daily12/Sar)













