Jalanan di Gaza Berubah Jadi Kuburan Massal

Dailypost.id
Jalanan di Gaza (Ist)

DAILYPOST.ID -  Jalanan di Gaza kini berubah menjadi kuburan terbuka. Banyak keluarga memilih untuk menguburkan jenazah kerabat mereka yang tewas akibat serangan udara Israel di kuburan massal darurat yang tersebar di seluruh Jalur Gaza.

Menurut laporan dari kantor berita Turki, Anadolu, akses ke pemakaman utama telah tertutup akibat agresi berkepanjangan. Hal ini memaksa penguburan dilakukan di kuburan massal darurat.

Warga Palestina yang diwawancarai mengatakan bahwa kuburan-kuburan tersebut hanya sebagai pemakaman sementara. Mereka berharap jenazah nantinya akan dipindahkan ke pemakaman resmi di kota-kota di Gaza setelah gencatan senjata kemanusiaan diumumkan atau permusuhan berhenti.

Rami Abdu, Kepala Observatorium Euro-Mediterania untuk HAM, mengungkapkan bahwa timnya telah mendokumentasikan lebih dari 120 kuburan massal darurat di wilayah Jalur Gaza. Kuburan-kuburan ini digunakan untuk menguburkan korban perang Israel yang sedang berlangsung.

Abdu menjelaskan bahwa banyak keluarga memilih opsi ini karena sulitnya mengakses pemakaman utama yang sudah ada. Penyebabnya adalah penutupan jalan, kerusakan infrastruktur, dan operasi serangan yang sedang berlangsung

Adham Al-Sharif, seorang jurnalis lokal di Kota Gaza, mengatakan bahwa rumah sakit menjadi penuh sesak akibat semakin banyaknya korban tewas. Warga dan tenaga medis pun terpaksa menguburkan para martir di kuburan massal yang baru.

Dia mengungkapkan bahwa puluhan mayat tak dikenal di rumah sakit mulai membusuk seiring berjalannya waktu. Bau yang mengganggu pasien, korban luka, para pengungsi, dan staf medis pun mulai menyebar.

Al-Sharif menambahkan bahwa satu-satunya solusi yang diberikan kepada staf medis dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di Kota Gaza adalah dengan menemukan sebidang tanah kosong terdekat di mana para korban dapat dikuburkan.

Dia mengatakan bahwa seorang dokter bahkan mengambil inisiatif untuk menguburkan 120 korban yang meninggal dunia di sebidang tanah kosong milik seorang warga di kawasan Al-Daraj, sebelah timur Kota Gaza, dengan luas tidak lebih dari 500 meter persegi.

Namun, tanah ini yang diubah menjadi kuburan para syuhada, tidak luput dari agresi Israel. Tentara menargetkan bangunan-bangunan tempat tinggal di dekatnya, dan puing-puingnya berjatuhan di kuburan, mengubur beberapa syuhada di bawah reruntuhan dan di atas kuburan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dunia internasional,” kata Al-Sharif.

Berita ini menunjukkan betapa parahnya dampak dari konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Dengan kondisi pemakaman utama yang tidak dapat diakses dan infrastruktur yang rusak parah, warga Gaza terpaksa menguburkan jenazah kerabat mereka di kuburan massal darurat.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya gencatan senjata dan penyelesaian konflik secara damai. Semoga berita ini dapat membuka mata dunia akan pentingnya perdamaian dan kemanusiaan. (Sumber: Antara)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version