Bukan Palestina, Ternyata Negara Israel Nyaris Dibangun di Negara Ini

Dailypost.id
Bendera Israel. (google)

Konflik berkelanjutan antara Israel dan Palestina telah merenggut ribuan nyawa, tetapi sedikit yang tahu bahwa asal usul negara Israel tidak selalu terkait dengan Palestina. Sejarah yang menarik ini bermula dari gerakan Zionis yang muncul hampir satu abad yang lalu.

Gerakan pendirian negara Yahudi, yang dikenal sebagai Zionisme, pertama kali diperkenalkan oleh Theodor Herzl, seorang jurnalis pada tahun 1896 melalui artikelnya yang berjudul “Der Judenstaat” atau “Negara Yahudi”. Ini adalah awal dari ideologi kelompok Zionis yang akan membentuk dasar negara Israel.

Zionis, yang berasal dari bahasa Ibrani Zion, merujuk kepada Yerusalem. Gerakan ini awalnya tidak hanya terbatas pada Palestina; mereka juga mengusulkan pendirian negara Yahudi di benua Amerika dan bahkan Afrika. Argentina adalah salah satu dari beberapa pilihan yang pernah dipertimbangkan oleh Zionis sebagai tempat pendirian negara Yahudi.

Menurut Al-Jazeera, Argentina diidentifikasi sebagai salah satu pilihan utama oleh gerakan Zionis. Mereka melihat Argentina sebagai negara yang subur, dengan wilayah yang luas, populasi yang sedikit, dan iklim yang sejuk. Theodor Herzl bahkan percaya bahwa “Republik Argentina akan memperoleh keuntungan besar dari penyerahan sebagian wilayahnya kepada Yahudi.”

Namun, usaha untuk mendirikan negara Yahudi di Argentina mengalami kendala, dan akhirnya, Argentina tidak terpilih sebagai lokasi pendirian negara. Selanjutnya, nama Uganda muncul dalam sejarah Zionisme.

Pada Kongres Zionis Internasional VI, usulan untuk mendirikan negara Yahudi di Afrika Timur, termasuk Uganda, mendapat perhatian. Inggris juga menunjukkan dukungan terhadap gagasan ini, terutama karena Uganda, yang saat itu merupakan koloni Inggris, merupakan salah satu pilihan yang menarik.

Namun, pada tahun 1905, rencana ini ditolak, dan peserta kongres memutuskan untuk lebih memilih Palestina sebagai tempat pendirian negara Yahudi. Hal ini didasarkan pada keyakinan zionis awal yang menyatakan tujuan mereka adalah “kembali ke Bukit Zion.”

Sejarah pembentukan negara Israel adalah perjalanan panjang yang melibatkan banyak pertimbangan geografis dan politik. Meskipun awalnya mempertimbangkan berbagai wilayah, akhirnya, Palestina dipilih sebagai tempat pendirian negara Israel, dan konflik yang berlanjut hingga saat ini pun dimulai.

Dalam catatan sejarah ini, kita melihat bagaimana ideologi Zionis dan pertimbangan geografis memainkan peran penting dalam pembentukan negara Israel, mengilustrasikan kompleksitas dan kontroversi yang mengitarinya hingga hari ini.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version