https://wa.wizard.id/003a1b

Israel Akui Kesalahan dalam Serangan Udara di Rafah, 45 Warga Palestina Tewas

Dailypost.id
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (dok ist)

DAILYPOST.ID Internasional — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui pada hari Senin (27/5) bahwa serangan udara Israel di kamp pengungsi Palestina di Kota Rafah telah menewaskan sedikitnya 45 orang. Netanyahu menyebut insiden tersebut sebagai “kesalahan tragis” yang kini sedang diselidiki oleh militer Israel.

Dalam serangan yang terjadi pada Minggu malam (26/5), otoritas kesehatan Jalur Gaza merinci bahwa korban tewas mencakup 12 perempuan, delapan anak-anak, tiga lansia, dan tiga jenazah lainnya yang terbakar hingga tidak dapat dikenali. Selain itu, 200 orang lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi ini.

VOA melaporkan pada Selasa (28/5), bahwa insiden ini menambah jumlah korban tewas di pihak Palestina dalam konflik antara Israel dan Hamas menjadi lebih dari 36.000 jiwa.

Netanyahu, dalam pidatonya di parlemen Israel yang dilansir oleh kantor berita AP, tidak merinci kesalahan spesifik yang terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk memahami bagaimana warga sipil bisa menjadi korban. “Meskipun kami berupaya semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti warga sipil yang tidak bersalah, tadi malam terjadi kesalahan yang tragis,” ujar Netanyahu.

Militer Israel awalnya mengklaim bahwa serangan udara tersebut menargetkan dua militan senior Hamas dengan serangan presisi. Namun, seiring dengan munculnya rincian mengenai korban sipil, militer Israel kemudian menyatakan telah membuka penyelidikan resmi.

Tragedi di kamp pengungsi Tel al-Sultan ini membawa dampak emosional yang mendalam bagi warga setempat. Seorang saksi mata, Mohammed Abuassa, menggambarkan suasana mengerikan saat upaya penyelamatan. “Kami berusaha mengeluarkan jenazah anak-anak yang terpotong-potong. Kami menarik keluar anak-anak muda dan lanjut usia. Kebakaran di kamp itu sulit digambarkan,” kata Abuassa.

Dengan meningkatnya ketegangan dan jumlah korban jiwa, perhatian internasional terhadap konflik ini semakin besar. Banyak pihak yang mendesak agar segera ada upaya perdamaian yang lebih serius dan langkah-langkah konkret untuk melindungi warga sipil di tengah konflik yang terus berkepanjangan.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version