GORONTALO – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi dan pelayanan publik melalui sinergi aktif dengan kalangan mahasiswa dan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam forum pertemuan terbuka antara BPN, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Gorontalo, yang diadakan di Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Gorontalo, Bapak Achmad, S.ST., M.H., memimpin langsung dialog tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, sekaligus membahas berbagai isu pertanahan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kakanwil Achmad menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sangat penting agar setiap persoalan yang timbul dapat diselesaikan secara bijak dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Mahasiswa adalah mitra strategis dalam memberikan masukan dan mengawal setiap kebijakan,” ujar Kakanwil. “Saya sangat berharap komunikasi yang terbangun hari ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan pelayanan pertanahan yang lebih baik,” tambahnya, menunjukkan apresiasi terhadap peran kritis generasi muda.
Aspek pertanahan di Gorontalo tidak terlepas dari isu penting lainnya. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Dg Mario, turut menyampaikan bahwa persoalan pertanahan memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan daerah.
Beliau berharap sinergi lintas sektor, terutama dengan BPN, dapat mempercepat kepastian lahan pertanian. “Kami berharap sinergi lintas sektor, terutama dengan BPN, dapat mempercepat kepastian lahan pertanian agar masyarakat petani memiliki rasa aman dalam mengelola lahan,” ungkap Muljadi Dg Mario.
Sementara itu, perspektif ekologis juga menjadi sorotan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakara, menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang selaras dengan kelestarian lingkungan.
“Aspek ekologis tidak boleh diabaikan. Setiap pengelolaan dan pemanfaatan lahan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, agar pembangunan tidak merugikan generasi mendatang,” tegas Fayzal Lamakara.
Forum yang berlangsung dinamis ini memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa dan masyarakat untuk secara terbuka menyampaikan pandangan dan harapan mereka. Suasana yang penuh keterbukaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi.
Peningkatan sinergi ini memiliki tujuan utama, yaitu menjaga dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan di Gorontalo. Komitmen ini selaras dengan semangat #ATRBPNKiniLebihBaik yang dicanangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Diharapkan langkah dialogis ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya mencapai tata kelola pertanahan yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.












