Asahan – Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rino Haruno menyampaikan hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh KPK selama beberapa hari di Kabupaten Asahan.
Bimtek yang dilakukan oleh KPK ini merupakan program KPK tentang kabupaten/kota percontohan anti korupsi tahun 2026.
Pelaksanaan Bimtek kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan ini dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas serta meningkatkan pemahaman dan komitmen perangkat daerah dalam pencegahan korupsi.
Kegiatan ini juga berguna untuk mendorong terwujudnya pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Dalam catatannya, KPK juga telah mengevaluasi hasil pelaksanaan Bimtek serta merumuskan tindak lanjut untuk perbaikan kedepan.
Hal tersebut disampaikan perwakilan KPK Rino Haruno dalam exit meeting dengan Pemkab Asahan di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Rabu (6/5/2026).
Rino juga menjelaskan, KPK telah memberikan pembinaan kepada seluruh elemen pemerintah daerah pada pelaksanaan Bimtek tersebut.
KPK telah melakukan kunjungan ke berbagai unit pelayanan publik, seperti RSUD Kabupaten Asahan, Mall Pelayanan Publik (MPP), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Hasil kunjungan menunjukkan adanya perbaikan, khususnya pada pelayanan di RSUD Kabupaten Asahan,” kata Rino.
Rino juga menekankan, agar seluruh program ini dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat serta mendorong setiap OPD untuk menetapkan target yang jelas dalam implementasi program.
“Kami juga mengapresiasi Disdukcapil atas evaluasi pendidikan anti korupsi,” ungkapnya.
Namun, ia juga menambahkan, pentingnya tindak lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) bagi sektor pendidikan.
Rino juga mendorong agar Pemkab Asahan segera menetapkan calon agen perubahan (Paksi) untuk 10 penyuluh anti korupsi.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan, kegiatan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada KPK atas bimbingan dan pendampingan,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Asahan dengan cara mengembangkan aplikasi sebagai pusat pemberitahuan informasi kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen dalam melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang ada dan akan menekankan pentingnya pelayanan yang transparan dan responsif,” tegasnya.
Kegiatan exit meeting ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Asahan dalam memperkuat komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Terakhir, Bupati Asahan meminta kepada seluruh perangkat daerah untuk dapat menindaklanjuti hasil Bimtek secara konsisten guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.













