https://wa.wizard.id/003a1b

Kritik Infrastruktur, Kades Tupa Justru Laporkan Warga ke Pihak Kepolisian

Crew Dailypost.id
Foto ilustrasi tangan diborgol. (Foto:istimewa)

DAILYPOST.ID Bone Bolango – Faisal Karim dilaporkan Kepala Desa (Kades) Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ke pihak kepolisian usai mengkritik melalui sosial media facebook soal infrastruktur.

Aduan tersebut dikuatkan saat Faisal menerima panggilan dari Polsek Bulango untuk dimintai keterangan nomor surat SU/38/V/2024/Reskrim pada (01/05/2024).

1. Dasar :

a. Pasal 4, Pasal 5, Pasal 9, Pasal 102, da 103, Pasal 104, Pasal 105 Undang-undang RI nomor 8 tahun 1981 tentang kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,

b. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia:

c. Laporan Pengaduan An. NENI POLIHITO, S.Ip, Tanggal 29 April 2024.

2. Sehubungan dengan dasar tersebut diatas diberitahukan kepada saudara/i bahwa saat ini penyelidik Polsek Bolango sedang melakukan penyelidikan dengan adanya laporan pengaduan An. NENI POLIHITO, S.Ip, tanggal 29 April 2024 yang terjadi di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone bolango.

3. Dalam rangka penyelidikan tersebut diatas maka penyelidik mengundang saudara untuk datang ke ruang Unit Reskrim Polsek Bolango guna dimintai keterangan/klarifikasi. Kedatangan saudara/i dengan membawa serta data/dokumen yang terkait dengan kejadian tersebut pada poin nomor 2 diatas.

4, Adapun kedatangan saudara/i diharapkan pada: Hari/tanggal: Kamis, 02 Mei 2024
Jam: 08.30 Wita s/d Selesai
Tempat : Ruang Unit reskrim polsek bolango Penyelidik : BRIPTU SUPRIADI, SH 5.

Hasil tangkap layar postingan Faisal Karim melalui akun Facebook pribadinya.

Saat dikonfirmasi wartawan Dailypost.id melalui chatting WhatsApp, Jumat (3/5/2024) Faisal menyatakan bahwa dirinya sudah dimintai klarifikasi dari pelapor dan terlapor oleh pihak penyelidik Polsek Bulango

“Dari pihak penyelidik Polsek Bulango intinya ingin mencoba untuk memediasi di jalur kekeluargaan atau damai saja, kalau dari saya sudah mau minta maaf dan berdamai namun dari pihak pelapor justru ingin melanjutkan perkara dugaan pidana ini,” balasnya dalam chatting WhatsApp.

“Dan karena di ruang itu hadir semua aparat desa BPD desa dan keluarga Dari beliau Neni polihito. Saya mengucapkan saya meminta maaf karena akibat dari postingan saya di media ini sudah menimbulkan kegaduhan pro/kontra di masyarakat,” sambungnya.

Namun menurut Faisal itu merupakan hal lumrah karena terdapat suatu data fakta tentang kinerja pemerintahan.

“Untuk masalah aspirasi itu kenapa sosmed, alasan saya sederhana periode kepemimpinan Kepala Desa Neni Polihito itu sudah 2 periode dan aspirasi jalan tani ini sudah pernah disampaikan langsung kepada Pemdes. Namun hingga periode ke 2 ini tidak ada realisasi perbaikan atau perawatan dari jalan ini dan orang yang memberi aspirasi ini adalah ketua karang taruna langsung. Gorong-gorong juga demikian masyarakat sudah menyampaikan langsung kepada Pemdes,” bebernya.

Bahkan lanjut Faisal beberapa masyarakat dusun dua datang kepada dirinya untuk mengajak patungan untuk perbaikan fasilitas umum tersebut.

“Saya sama sekali tidak ada kepentingan pribadi di sini, mau cari nama atau mau viral ,ini jelas kepentingan masyarakat umum,” tegasnya.

“Ini setelah saya upload saya malah kena fitnah,kena ancaman, diserang secara verbal,” tulisnya.

Faisal juga mengatakan bahwa dirinya menunggu undangan dari pihak aparat desa terkait postingan itu namun justru dirinya langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Saya tunggu diundang di Kandes secara resmi untuk klarifikasi, malahan saya langsung dapat undangan dari Polsek” cuitannya.

Ironisnya, Faisal juga mendapat perilaku intimidasi dari pihak suami pelapor dengan mengatakan di grub whatsApp karang taruna bahwa dia diminta mundur dari anggota BPD serta secara terang-terangan suami pelapor mengatakan tunggu tanggal mainnya. “Kalau suka atau tidak silahkan mundur kawan, dari pada bekeng rusak nama Pemerintah Desa Tupa,” tak hak hanya itu anak-anak dari pelapor pun melakukan hal yang sama.

Chatting grub suami pelapor

 

“Pernyataan dari anak-anak  ibu Neni Polihito, dimana di situ saya difitnah bahwa saya sudah menuduh kepala desa sudah menyalahgunakan dana desa apa lagi sudah mau mengungkit-ungkit harta orang, mau dia punya mobil 10 saya tidak ada urusan sama hal itu,” terang Faisal.

Faisal juga menegaskan bahwa ia tidak ada masalah personal, namun yang dikritisi kepemimpinannya sebagai kepala desa.

“Intinya saya sama sekali tidak ada masalah personal dengan ibu Neni Polihito, yang saya kritisi di sini kepala desa dalam hal ini pejabat publik tentang kinerjanya atau kebijakannya,” katanya.

Kritikan yang dilayangkan melalui sosial media terkait dengan perbaikan infrastruktur yang berada di Dusun Dua, Desa Tupa diantarnya, perbaikan jalan rabat, saluran air, dan lampu penerang jalan.

Tulis Faisal dalam akun pribadinya yang mana saat musim penghujan banyak rumah warga yang tergenang air dikarenakan saluran yang tersumbat.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada bapak/ibu Pemerintah Desa Tupa. Saya mau menyampaikan perihal keluhan dan aspirasi masyarakat Desa Tupa khususnya yg berada di wilayah dusun dua, mengenai beberapa fasilitas umum yang sudah mulai rusak bahkan, sudah tidak berfungsi lagi (jalan rabat,saluran pembuangan air/gorong-gorong,lampu penerangan,” unggahan melalui sosial media facebook.

“Mengingat sudah mulai memasuki musim penghujan  ada beberapa rumah warga yg tergenang air akibat saluran air yg tidak berfungsi,” tambahannya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dikarenakan jalan yang sudah rusak, maka warga setempat berinisiatif menggelar penggalangan dana untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Dan untuk jalan rabat beton karena sudah banyak yang rusak/berlubang efeknya akan membahayakan pengguna jalan. Maka warga setempat punya inisiatif menggalang dana atau patungan untuk memperbaiki jalan tersebut, dan saya rasa itu tidak perlu karena memang sudah menjadi tanggung jawab dari pemerintah desa melalui APBD desa,” terangnya.

Dirinya juga mengharapkan untuk pengunaan APBDES agar dapat diprioritaskan pembangunan fasilitas umum yang sudah rusak.

“Mohon untuk penggunaan APBDesa diprioritaskan dulu untuk pembangunan fasilitas umum di desa untuk kesejahteraan warga desa sesuai dengan tujuan dari APBDesa. Semoga dapat didengar dan cepat di follow up agar Desa Tupa setidaknya bisa berkembang demi untuk kesejahteraan warga Desa Tupa, semoga,” pungkasnya.

Hingga berita ini dilansir wartawan Dailypost.id mencoba untuk menghubungi Kades Tupa terkait permasalahan tersebut.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version