Gorontalo – Dari puluhan kios yang berderet di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), cuma gerai milik Winarsih yang berbeda. Setiap pembeli yang datang ke tokonya tak perlu khawatir uang tunainya tak cukup karena mereka bisa membayar barang belanjaan secara non tunai dengan QRIS BRI.
Toko Nurulillah, itulah nama toko kelontong milik Winarsih. Perempuan berusia 45 tahun itu sebetulnya baru pada 2023 lalu membuka usaha toko kelontong itu. Tapi begitu, dia terbilang kreatif dan melek teknologi digital. Salah satu indikasi nya ya penggunaan aplikasi QRIS untuk transaksi.
“Saya lengkapi dengan QRIS awalnya dari para pembeli. Mereka kerap bertanya apakah toko saya melayani pembayaran secara non tunai,” kata Winarsih kepada Dailypost.id, Selasa (12/3/2024).
Setelah mencari tahu ihwal QRIS ke BRI, ternyata prosedur untuk mendapatkan aplikasi tidaklah rumit.
“Proses pengajuan layanan QRIS saya lakukan dengan mengisi formulir yang kemudian diproses oleh Bank BRI. Setelah selesai, barcode QRIS langsung diantarkan ke toko saya. Sangat gampang,” cerita Winarsih.
Setelah memiliki barcode, Winarsih langsung memajang QRIS di etalase meja kasirnya. Kini Winarsih merasakan betul manfaatnya. Hampir 60 persen dari transaksi harian pelanggan membayar menggunakan QRIS.
“Yang jelas lebih praktis, sekarang tidak perlu lagi repot mencari kembalian. Proses pembayaran dengan QRIS BRI begitu cepat dan efisien. Cukup di-scan, dan notifikasi pembayaran langsung masuk,” ujarnya.
Winarsih berkesimpulan, teknologi QRIS BRI memudahkan penjualannya. Bukan sekadar mengikuti tren tetapi sebuah kebutuhan.
“Tanpa QRIS, pelanggan mungkin akan ragu untuk melanjutkan pembelian, mengingat banyak orang yang tidak lagi membawa uang tunai,” tutupnya
Salah satu pelanggan Winarsih, Anto mengatakan, bahwa ia menjadi langganan di toko Nurulillah sejak 3 bulan yang lalu. Saat itu ia sedang mencari perlengkapan alat tulis untuk anaknya dan kebetulan uang yang dipegang tidak mencukupi. Saat itu ia bertanya apakah di toko milik Winarsih melayani pembayaran transfer BRI? Winarsih pun menjawab, “silakan pakai QRIS saja”. Sejak itulah Anto menjadi pelanggan di Toko Winarsih.
“Pembayaran dengan QRIS ini membuat saya tidak perlu lagi menyediakan uang cash. Karena saya tipe orang yang tidak suka bawa dompet. Jadi ini saya rasa sangat membantu,” tutur Anto.
Seperti diketahui, salah satu layanan jasa keuangan Bank BRI yang mampu menjangkau segmen ultra mikro adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Layanan ini sekaligus bagian dari kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia melalui transformasi digital.
Berdasarkan data yang dirilis Bank BRI, layanan pengguna QRIS Bank BRI meningkat 1.000% pada 2023 ini bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI Andrijanto menunjukkan, penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena lebih mudah dan cepat.
“Selain melakukan akuisisi di pusat perbelanjaan, tempat wisata, kuliner dan pusat transaksi lainnya, BRI pun akan melakukan perluasan akseptasi QRIS melalui API, sehingga QRIS BRI dapat lebih mudah diintegrasikan dengan aplikasi partner,” Andrijanto dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.
Merangkap Agen BRILink
Selain melayani pembayaran dengan QRIS, Winarsih mulai mengembangkan usahanya sebagai Agen BRILink. Ia terus berinovasi agar toko miliknya bisa melayani segala macam transaksi yang dibutuhkan pelanggannya.
Sejak menggunakan QRIS dan menjadi agen BRILink, toko milik Winarsih ramai akan pembeli. Awalnya hanya melayani 2-3 pembeli dalam sehari, namun sekarang jumlah pelanggan yang dilayani melonjak hingga mencapai 20-30 orang setiap harinya.
Di Pasmolim sendiri, hanya toko kelontong milik Winarsih yang melayani transaksi keuangan digital seperti ini. Mulai dari pembayaran QRIS, layanan transfer sesama atau antar bank, tarik tunai, pembelian token listrik hingga pembelian pulsa. Semuanya bisa dilakukan dalam satu genggaman.
“Jadi Agen BRILink pun mudah, hanya bermodalkan Rp 3 juta toko saya sudah bisa melayani berbagai transaksi keuangan yang dibutuhkan pelanggan,” ucap Winarsih.
Junior Associate Mantri BRI Unit Limboto, Hadi Purnomo Sukarno mengatakan Agen BRIink adalah program unggulan BRI yang sukses. Banyak yang terbantu dengan program ini.
“Sebagai agen terbantu, sebagai orang yang memanfaatkan jasa agen BRILink juga sangat terbantu. Makanya semakin banyak program BRI yang melibatkan agen BRILink,” ucapnya.
Beradasarkan data BRI per 28 Februari 2024, terdapat 2.955 Agen BRILink yang tersebar di Cabang Limboto.
(Vita Pakai)












