https://wa.wizard.id/003a1b

Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNG Lakukan Pengabdian Ke Anak Autisme di SLB Gorontalo

Riski Kakilo
Mahasiswa PKM-PM UNG lakukan pengabdian di SLB Negeri Kota Gorontalo (Foto: Istimewa)

DAILYPOST.ID Kota Gorontalo – Mahasiswa prodi S1 Keperawatan dan S1 Manajemen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) gelar pengabdian dalam mengatasi perilaku tantrum anak autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Gorontalo, Kamis (13/06/2024).

Diketahui kondisi autisme pada anak berkebutuhan khusus memiliki dampak negatif dari berbagai aspek, salah satunya perilaku yang tidak dapat mengontrol emosi mereka atau tantrum yang akan berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Jurusan Keperawatan dan Jurusan Manajemen UNG untuk melakukan pengabdian dan pelatihan mengatasi perilaku tantrum anak.

Pelatihan tersebut menggunakan media permainan slime dari bahan alami tepung, gelatin dan aroma khas kulit jeruk sunkist sebagai bahannya sehingga aman untuk anak-anak tersebut.

Kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa PKM-PM dari jurusan keperawatan dan manajemen UNG ini pun mendapat apresiasi langsung dari Kepala Sekolah SLB Negeri Kota Gorontalo, Yulidar Adam, M.Pd.

“Terima kasih untuk para mahasiswa UNG beserta dosen pembimbingnya yang tergabung dalam PKM, Saya rasa pelatihan yang dilakukan bagus dan sangat tepat ditujukan pada anak-anak disini, mengingat kita sebagai tenaga pengajar harus menghadapi berbagai karakter anak-anak dalam pemberian proses pembelajaran tertentu,” tutur Yulindar Adam.

Dikatakan Yulindar Adam, metode yang diangkat dalam program tersebut dapat menjadi solusi dan menambah keefektifan dalam mengatasi permasalahan luapan emosi dari anak-anak pada kondisi tertentu,” ujarnya mengapresiasi.

Ditempat yang yang sama, salah satu wali kelas autisme di SLB Kota Gorontalo, Syahruni S.Pd juga mengungkapkan apresiasinya kepada mahasiswa PKM-PM jurusan keperawatan dan menajemen UNG. Menurutnya, program maaphy slime tersebut bisa mengenalkan kepada anak-anak tentang slime.

“Apalagi dengan kandungan slime yang kita ketahui pada dasarnya mengandung bahan-bahan yang berbahaya untuk anak-anak, namun dengan adanya program ini ternyata slime juga bisa di buat dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih aman untuk anak,” jelas Syahruni.

Untuk efeknya saya rasa ini bisa efektif ketika anak tantrum apalagi dengan anak yang suka dengan Slime,” tambahnya.

Sementara itu, dosen pembimbing tim PKM-PM tersebut Ns. Nirwanto K. Rahim M.Kep. menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan untuk penyaluran emosi yang lebih baik oleh anak autisme dengan perilaku tantrum.

“Proses belajar tentu jadi pondasi penting dalam perkembangan anak-anak tersebut, dimana distraksi akibat dari luapan emosi yang akan mempengaruhi proses tersebut,” jelas Nirwanto.

“Diharapkan dengan pelatihan menggunakan metode Slime ini anak-anak akan lebih bisa dikontrol untuk emosinya dengan cara yang aman dan lebih baik sehingga perkembangan yang didapatkan dari proses pembelajaran dapat lebih maksimal,” tandasnya.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version