https://wa.wizard.id/003a1b

Mengapa Perakit Ponsel Huawei Dibayar Lebih Tinggi Daripada Perakit iPhone?

Dailypost.id
Huawei (Istiimewa)

DAILYPOST.ID , Jakarta- Persaingan sengit antara dua raksasa teknologi, Apple dan Huawei, telah menciptakan fenomena menarik di salah satu pabrik produsen terbesar di dunia, Foxconn. Pabrik yang terletak di distrik Longhua, Shenzhen, ini menjadi pusat perhatian karena menawarkan upah per jam yang lebih tinggi kepada karyawan yang merakit ponsel Huawei dibandingkan dengan mereka yang merakit iPhone.

Unit usaha Foxconn yang dikenal sebagai FIH, yang secara aktif memproduksi ponsel Huawei, menawarkan gaji menggiurkan sebesar 26 Yuan (sekitar Rp 54 ribuan) per jam kepada karyawan baru mereka. Angka ini mengungguli gaji 21 Yuan (sekitar Rp 44 ribuan) per jam yang ditawarkan oleh Integrated Digital Product Business Group (iDPBG), divisi Foxconn yang memfokuskan diri pada produksi iPhone.

Seorang agen rekruitmen di Shenzhen, Xu, menjelaskan, “Pegawai baru akan tahu ponsel apa yang mereka buat setelah pabrik mengalokasikan mereka ke tim yang berbeda berdasarkan permintaan saat ini, tapi sekarang ini mereka memiliki peluang lebih besar untuk membuat ponsel untuk Huawei.” Fenomena ini menarik perhatian para pekerja pabrik yang mungkin merasa tertarik oleh peluang untuk merakit ponsel dari perusahaan teknologi terkemuka.

Namun, mengapa gaji per jam yang ditawarkan oleh FIH lebih tinggi? Xu menjelaskan bahwa perbedaan ini sebagian besar berkaitan dengan program kesejahteraan yang lebih baik di divisi produksi iPhone. Pabrik iPhone terbesar di dunia, yang terletak di Zhengzhou, bahkan menawarkan bonus besar sebesar 6.480 Yuan atau sekitar Rp 13,7 juta bagi karyawan baru. Bonus ini merupakan insentif yang diberikan oleh Product Enclosure Business Group Foxconn yang bertugas memproduksi komponen mekanik untuk iPhone.

Fenomena ini terjadi dalam konteks persaingan ketat antara Apple dan Huawei. Baru-baru ini, keduanya meluncurkan ponsel 5G terbaru mereka dalam waktu yang berdekatan. Apple merilis iPhone 15 pada tanggal 12 September lalu, sementara Huawei meluncurkan Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+ beberapa pekan sebelumnya. Terlepas dari sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, Huawei tetap optimis dengan perkembangan bisnis ponselnya. Mereka bahkan meningkatkan target pengapalan ponsel hingga 20% pada paruh kedua tahun 2023 setelah mendapatkan respon positif dari pra-pemesanan Mate 60 Pro.

(Alia S)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version