https://wa.wizard.id/003a1b

Orang Tua Siswa di Bone Bolango Protes Pelaksanaan Wisuda, Begini Respon Dinas Pendidikan!

Dailypost.id
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Andrean Andjar. (Foto:Istimewa)

DAILYPOST.ID , Bone Bolango– Proses wisuda siswa dan siswi di Bone Bolango menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Protes keras pun dilayangkan oleh sejumlah orang tua siswa yang merasa keberatan dengan pelaksanaan wisuda yang dianggap memberatkan.

Protes tersebut tertuang dalam surat keberatan yang ditujukan kepada Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango, Andriean Andjar.

“Teruntuk Bupati Bone Bolango dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango. Kami selaku orang tua siswa-siswi di wilayah Bone Bolango merasa perlu memberikan masukan ke Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan penamatan dan penerimaan raport siswa baik TK, SD, dan SMP yang saat dilaksanakan seperti membuat hajatan besar dan diminta himbauan untuk pelaksanaannya,” tulis salah satu perwakilan orang tua siswa dalam pesan elektroniknya.

Orang tua siswa juga meminta kepada pihak Dinas Pendidikan untuk menerbitkan edaran yang mengatur agar acara wisuda tidak dilaksanakan dengan kemewahan yang membebani orang tua siswa.

Menanggapi protes dari orang tua siswa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan tanggapan bahwa laporan dari orang tua siswa akan diperhatikan dan dipertimbangkan.

Ia mengakui bahwa penamatan di sekolah-sekolah di Bone Bolango telah banyak dilaksanakan, namun menurutnya, penamatan dilakukan secara sederhana.

“Kami telah memperhatikan hal ini. Alhamdulillah, pada bulan Juni ini, puluhan Satuan Pendidikan di Bone Bolango telah mengadakan penamatan dan mengundang kami untuk hadir. Hampir semua acara dilaksanakan di sekolah dengan sederhana,” ungkapnya.

Namun, Kadis Andjar menegaskan bahwa jika terdapat laporan terkait proses penamatan yang memberatkan orang tua siswa, Dinas akan menanggapinya dengan proporsional.

“Kami memahami kondisi sekolah dan orang tua. Oleh karena itu, setiap informasi yang kami terima, kami langsung melakukan konfirmasi kebenarannya. Jika terbukti benar, tentu akan ditangani secara proporsional oleh Dinas,” tegas Andjar.

Andjar menjelaskan bahwa selama ini penamatan yang dihadirinya masih terlihat sederhana, kegiatan-kegiatan tersebut lebih banyak dilaksanakan di sekolah dengan menggunakan seragam sekolah tanpa toga dan baju wisuda.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version