, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) menggelar acara Outlook Pembangunan Kota Gorontalo Tahun 2022 menuju Tahun 2023.
Acara yang berlangsung di Halaman Kantor Bappeda Kota Gorontalo, Kamis malam (29/12/2022) itu, menghadirkan Wali kota Gorotalo, Marten Taha sebagai Keynote Speaker, sedangkan para tamu undangan berasal dari Organisasi Pimpinanan Daerah (OPD) se Kota Gorontalo dan dari instansi vertikal.
Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Meidy N. Silangen mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mengevaluasi capaian pembangunan Kota Gorontalo tahun 2022, yang dititikberatkan pada kebijakan makro bike ekonomi, kesejahteraan sosial maupun infrastruktur.
“Secara umum, tahun 2022 lebih baik dari pada tahun 2021, hal ini tercermin pada beberapa indikator makro, yang sudah dirilis datanya oleh BPS Kota Gorontalo, seperti indeks pembangunan manusia,” ucapnya.
“Kita menargetkan pada tahun ini adalah 77,27% tapi realisasinya 78,22%, kemudian angka rata-rata lama sekolah, target kita waktu dipasang di tahun 2021, adalah 10,38% realisasi 10,39%. Angka harapan lama sekolah target 14,36% realisasinya adalah 14,57%, sedangkan angka harapan hidup, kita menargetkan 72,54%, realisasinya adalah, 72,88%,” sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjelaskan tujuan dari pembangunan daerah sebagai amanat otonomi daerah yaitu, bagaimana mensejahterakan masyarakat.
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu bagaimana memanegement pembangunan di Kota Gorontalo. Seperti perencanaan, terorganisir dengan baik, kemudian harus digerakkan serta harus dievaluasi.
“Jadi semua itu tergantung leadershipnya, mampukah dia menggerakan, mampukah dia mengorganisir dan mampukah dia mengevaluasi,” tutur Marten.
Lebih lanjut, Marten mengungkapkan, bahwa semua hal tentang arah kebijakan strategi, seperti rencana pembangunan serta pertanggung jawaban pelaksanaanya, telah tercantum jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Jadi semua ada konektifitas antara program pusat, program provinsi kemudian kita membuat, karena itu secara regulatif harus RPJMD kita harus mengacu pada RPJM provinsi dan nasional,” ungkapnya.
Marten pun memberikan contoh, untuk mewujudkan Kota Gorontalo sebagai pusat perdagangan, dan kawasan teluk Tomini, maka starategi yang dilakukan Pemkot Gorontalo, yaitu melalui penyediaan infrastruktur penunjang yang representatif, baik fasilitas jalan maupun penataan kawasan, kawasan perdagangan, kawasan ekonomi serta kawasan perekonomian baru.
“Proses tahapan pelaksanaanya baru saya mulai tahun 2022 karena di dalam membuat tema pembangunan, saya tidak sekedar hanya menetapkan temanya. Jadi pada tahun 2014 sampai dengan 2019 itu berbeda, dan mulai tahun 2022, temanya berubah lagi menjadi, pengembangan infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi sosial, sehingga banyak pekerjaan infrastruktur yang kita lakukan di Kota Gorontalo,” tandasnya.












