, Gorontalo – Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menggelar asesmen penguatan kapasitas surveilans di Puskesmas Limboto.
Sebagai informasi, tim asesmen ini terdiri dari perwakilan dari CDC Atlanta Ms Erin, CDC Indonesia Amel, perwakilan dari Dirjen Surkakes, Pulihan, dari PAEI Pusat Hari Purwanto, PAEI Gorontalo Sabrin Panigoro dan perwakilan dari Akademia Syafruddin.
Di Provinsi Gorontalo sendiri ada dua wilayah yang mendapatkan pelatihan FETP level frontline di BBPK Ciloto, yakni petugas survailens di 4 Puskesmas dan 1 dari rumah sakit. Masing-masing dari mereka berasal dari Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Tim asesment melihat terdapat progres perubahan yang cukup signifikan terhadap penguatan kapasitas petugas survailance, dalam hal melakukan pelaporan analisa data, penyakit-penyakit yang berpotensial KLB sampai dengan respon penanggulangan di lapangan
“Mereka meninjau data dan pelaporan survailens yang ada di Puskesmas Limboto. Di kami sistem pelaporannya sudah dilakukan, baik di tingkat puskesmas ke kabupaten sampai provinsi. Bahkan sudah dibentuk grup untuk menginformasikan adanya peningkatan KLB di wilayah kerja puskesmas,” ungkap Kepala Puskes (Kapus) Limboto, dr. Nurhijja Pakaja usai kegiatan. Selasa (28/03/2023).
Kapus Limboto mengatakan, data yang dimiliki oleh pihaknya sudah lengkap dan selalu dilaporkan setiap bulan melalui notifikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
“Penanggung jawab survailens tingkat puskesmas ibu Jubaedah Abas, semua data yang diberikan sudah tersusun manual maupun secara aplikasi, yang dilaporkan setiap bulannya melalui notifikasi SKDR tingkat Kabupaten Gorontalo,” tuturnya.
“Tim asesmen sangat mengapresiasi data yang diberikan oleh ibu Jubaedah sebagai tindaklanjut pelatihan di Ciloto beberapa bulan lalu. Datanya cukup lengkap dan memuat hampir semua data SKDR yang ada di wilayah kerja Puskesmas Limboto,” pungkasnya. (Iyal)












