, Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima kunjungan dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Dalam kunjungan ini, kedua belah pihak melakukan monitoring terhadap proyek Shopping Center Limboto yang dibiayai melalui Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pada Juni.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir, mengungkapkan bahwa progres pembangunan proyek prioritas yang didanai oleh pinjaman PEN single years pada bulan Juni telah mencapai 9 persen. Sedangkan proyek multi years telah mencapai 88 persen. Salah satunya adalah proyek Shopping Center Limboto yang diharapkan selesai pada bulan Juli 2023 sesuai dengan perpanjangan kontrak.
“Pembangunan Shopping Center Limboto harus mencapai 100 persen. Tempat ini akan menjadi pusat ekonomi masyarakat dan juga akan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Sekda Roni.
Roni menegaskan bahwa di Kabupaten Gorontalo terdapat 14 paket proyek yang kontraknya sempat terputus, tetapi kemudian mendapatkan pembiayaan melalui Dana PEN. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mengajukan proposal kembali kepada pihak penyedia dana. Tujuannya adalah agar anggaran sebesar 29 miliar rupiah dapat dikucurkan kembali sebagai modal untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut.
Roni juga menambahkan bahwa semua dokumen dan persyaratan yang diminta oleh PT. SMI dan DJPK terkait penggunaan kembali dana untuk proyek yang kontraknya terputus sudah selesai 100 persen. Saat ini, tinggal menunggu persetujuan anggaran agar proyek dapat segera direalisasikan.
“Penggunaan dana pinjaman ini akan dimulai pada bulan Juni ini. Pemerintah Kabupaten Gorontalo bertekad untuk menyelesaikan penggunaan dana PEN hingga 31 Desember 2023,” tandas Roni.
Dari pihak PT. SMI, Rido MP mengungkapkan apresiasinya terhadap Pemkab Gorontalo atas upaya dalam menjalankan operasional dana PEN dengan melibatkan pihak internal pemerintah. Ia juga menyatakan bahwa proses operasional kegiatan yang dibiayai oleh Dana PEN akan segera selesai dan progres pekerjaan berjalan lancar.
Eko Purwanto, Manager PT. Putra Jaya Andalan, menjelaskan bahwa target selesainya proyek ini dijadwalkan pada akhir Juli 2023. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 88 persen.
“Pekerjaan yang tersisa termasuk pemasangan membrane, lift, dan eskalator. Kami berharap pekerjaan ini dapat terlihat dengan jelas menjelang akhir bulan ini,” tutur Eko.












