https://wa.wizard.id/003a1b

Pemkab Labuhanbatu Gelar Rembuk Stunting 

Biro Sumatera Utara
Pemkab Labuhanbatu menggelar rembuk stunting di aula Dharma Melati Hotel, jalan A Yani Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Rabu (7/6/2023).

DAILYPOST.ID , Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu menggelar rembuk stunting di aula Dharma Melati Hotel, jalan A Yani Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Rabu (7/6/2023).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar mengatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki.

“Kabupaten Labuhanbatu adalah salah satu kabupaten yang menjadi prioritas pandangan stunting di Provinsi Sumatera Utara (Sumut),” terang Ellya.

Sesuai dengan hasil survei status gizi Indonesia 2021, Kabupaten Labuhanbatu memiliki pravalensi stunting 27,0 persen. Pada tahun 2022, Kabupaten Labuhanbatu berada pada prevalensi stunting 23,9 persen.

“Dari hasil tersebut, Kabupaten Labuhanbatu mampu menurunkan 3,1 persen, yang belum dari target nasional yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 23,45 persen,” ucap Ellya.

Ia juga berharap, pada tahun 2023 ini, seluruh OPD terlibat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih menyentuh kepada masyarakat, agar pravensi stunting di Kabupaten Labuhanbatu dapat turun dengan signifikan hingga 19,53 persen.

Menurutnya, penurunan stunting memerlukan kerjasama dengan semua OPD dan dapat melibatkan pihak ketiga sebagai bapak asuh anak stunting. Penanggulangan stunting menjadi tanggungjawab bersama.

‘Saya berharap kepada bapak ibu dapat melakukan langkah-langkah konkrit untuk konvergensi program tahun 2003, memanfaatkan dana yang dianggarkan dalam penanggulangan stunting untuk mendukung pelaksanaan upaya konvergensi program atau aksi konvergensi melalui koordinasi antara Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa serta dinas terkait lainnya,” pungkasnya.

Sekjen DP2KB Faoma Liana Dachi mengatakan, tujuan diadakannya rembuk stunting ini adalah untuk membuat komitmen bersama dalam percepatan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Labuhanbatu tahun 2023.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 90 orang, terdiri dari ketua TPPS, Bappeda, Kepala OPD, TNI, Kemenag, Kapus, Lurah, dan Kepala Desa Lokus stunting,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. (Daily/Wanty)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version