, Kotamobagu – Pemerintah Kota Kotamobagu terus mendorong percepatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Tim Satuan Tugas BGN Kota Kotamobagu di ruang kerja Wakil Wali Kota, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam pertemuan itu, Rendy Mangkat menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mendukung penuh implementasi Program Makan Bergizi Gratis di daerah. Sebagai Ketua Tim Satgas BGN Kota Kotamobagu, ia meminta seluruh pihak terkait mempercepat pemenuhan berbagai persyaratan yang masih menjadi kendala operasional dapur SPPG.
Menurut Rendy, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan program tersebut sesuai amanat Peraturan Presiden. Karena itu, percepatan pembukaan dapur-dapur SPPG serta pendataan penerima manfaat menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan.
Dari laporan yang diterima, saat ini terdapat tujuh dapur SPPG di Kota Kotamobagu. Namun, satu di antaranya masih belum beroperasi akibat kendala dengan mitra. Sementara itu, sebanyak 12 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan pembukaan.
Selain fokus pada percepatan operasional dapur MBG, Pemerintah Kota Kotamobagu juga mendorong keterlibatan petani lokal dalam mendukung kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rendy Mangkat berharap para mitra BGN dapat menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani lokal melalui penyerapan hasil pertanian untuk kebutuhan dapur gizi. Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
Dengan percepatan operasional dapur SPPG dan keterlibatan petani lokal, Pemerintah Kota Kotamobagu optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.













