Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 dengan fokus utama pada kesiapan akomodasi peserta. Langkah ini dibahas secara mendalam dalam rapat terpadu panitia nasional, provinsi, dan kabupaten yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (28/01/2025).
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa rapat terpadu tersebut menjadi forum strategis untuk memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kendala teknis selama pelaksanaan PENAS XVII.
“Rapat ini bertujuan memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah sekaligus menyiapkan solusi atas potensi kendala teknis, termasuk pelayanan peserta PENAS,” ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, jumlah peserta PENAS XVII 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu orang, dengan mayoritas peserta berasal dari wilayah Sulawesi yang dapat diakses melalui jalur darat. Pemerintah daerah memastikan tidak ada pembatasan jumlah peserta dan berkomitmen menyiapkan akomodasi sesuai kebutuhan.
Sebagai solusi utama, Pemprov Gorontalo menyiapkan lebih dari 6.000 rumah warga yang akan difungsikan sebagai homestay. Ribuan rumah tersebut tersebar dalam radius maksimal tujuh kilometer dari lokasi kegiatan dan disesuaikan dengan standar kelayakan yang telah ditetapkan.
“Setiap rumah diperkirakan bisa menampung lima hingga sepuluh orang. Untuk tarif homestay sebesar Rp160.000 per orang, dibayar di awal dan diterima utuh oleh pemilik rumah tanpa potongan,” jelas Gusnar.
Ia juga mengajak masyarakat Gorontalo untuk berpartisipasi aktif dengan mendaftarkan rumah yang layak dijadikan homestay melalui pemerintah desa setempat.
“Kalau ada masyarakat yang rumahnya bisa ditempati, silakan hubungi kepala desa untuk didaftarkan sebagai calon homestay,” tambahnya.
Tarif homestay tersebut sudah termasuk fasilitas makan pagi dan makan malam selama kegiatan berlangsung sekitar lima hingga enam hari. Skema ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat keterlibatan warga dalam menyukseskan event nasional tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung PENAS XVII sebagai agenda strategis nasional sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh tahapan persiapan berjalan optimal.
“PENAS XVII diharapkan menjadi momentum penguatan ketahanan pangan nasional serta sarana promosi inovasi dan teknologi pertanian kepada petani dari seluruh Indonesia,” kata Muljady.
Melalui rapat terpadu ini, Pemprov Gorontalo optimistis PENAS XVII Tahun 2026 dapat berlangsung sukses dan memberikan manfaat nyata, baik bagi perekonomian daerah maupun penguatan sektor pertanian nasional. Pemerintah daerah menargetkan Gorontalo tampil sebagai tuan rumah yang siap, ramah, dan berdaya saing.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian RI I Made Ngurah Kuswandan, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekdaprov Sofian Ibrahim, Ketua TP PKK Nani Ismail Mokodongan, serta jajaran pimpinan OPD terkait.












