Jakarata– Sejumlah peristiwa politik terjadi dalam sepekan terakhir di Indonesia. Mulai dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menolak narasi Indonesia Gelap, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024, perubahan sistem evaluasi pendidikan nasional, hingga polemik pembatalan disertasi Bahlil Lahadalia.
Berikut rangkuman berita politik yang terjadi dalam sepekan terakhir:
1. Prabowo Tolak Narasi Indonesia Gelap
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut kondisi Indonesia sedang mengalami kegelapan politik dan ekonomi. Ia justru optimistis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada 2050 mendatang.
Dalam pidatonya di Kongres VI Partai Demokrat pada Selasa, 25 Februari 2025, Prabowo mengutip prediksi pertumbuhan ekonomi yang menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.
“Indonesia akan di atas Jepang, di atas Inggris, di atas Prancis. Kok, Indonesia gelap?” ujar Prabowo.
Menurutnya, Indonesia akan berada di bawah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, namun tetap mampu menyalip negara maju lainnya.
2. PSU Pilkada 2024 Terbanyak dalam Sejarah
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan 24 daerah harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU) dalam Pilkada 2024. Keputusan ini menjadikan PSU kali ini sebagai yang terbanyak sepanjang sejarah pemilihan kepala daerah di Indonesia.
Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, menyebut banyaknya pelanggaran yang berujung pada PSU menjadi bukti masih adanya persoalan dalam sistem pemilu.
“Terbanyak sepanjang sejarah,” kata Doli, Sabtu, 1 Maret 2025.
Menurutnya, sistem politik dan demokrasi di Indonesia perlu evaluasi mendalam agar dapat menghasilkan pemilu yang lebih baik dan transparan.
3. Perubahan Sistem Evaluasi Pendidikan: Dari Asesmen Nasional ke TKA
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan perubahan sistem evaluasi pembelajaran. Asesmen Nasional (AN) kini digantikan oleh Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyebutkan bahwa TKA akan menguji lima mata pelajaran, yaitu:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Bahasa Inggris
- Dua mata pelajaran pilihan
TKA bersifat opsional bagi siswa kelas XII dan tidak menjadi faktor penentu kelulusan. Namun, hasilnya dapat menjadi pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
4. Polemik Disertasi Bahlil Lahadalia
Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Indonesia merekomendasikan pembatalan disertasi milik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Bahlil sebelumnya telah dinyatakan lulus pada 16 Oktober 2024, namun sidang etik Dewan Guru Besar UI menemukan adanya dugaan pelanggaran akademik dalam tugas akhirnya.
Dalam surat rekomendasi yang ditandatangani pada 10 Januari 2025, DGB UI menegaskan bahwa mereka berpegang pada prinsip etik dan meminta rektor untuk menindaklanjuti keputusan ini.
“Jika rekomendasi DGB tidak diikuti oleh rektor, kami tetap menghormati keputusan rektor,” demikian pernyataan resmi dalam surat tersebut.
(d10)












