Gorontalo– Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo didorong untuk memanfaatkan investasi swasta sebagai solusi mengatasi keterbatasan fiskal. Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD Periode November 2024 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis (19/12/2024).
“Secara kinerja, pemerintah sudah cukup baik meski APBD kita rendah. Namun, APBD tidak akan pernah keluar dari kondisi fiskal rendah jika kita tidak mendorong investasi swasta masuk ke provinsi ini,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Rudy menegaskan pentingnya peran investasi swasta dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, pertumbuhan PAD dapat tercapai jika ekosistem investasi di Provinsi Gorontalo dikelola dengan baik dan produk unggulan daerah dikembangkan secara maksimal.
“Yang perlu kita cari adalah produk atau komoditas unggulan daerah. Dengan itu, kita dapat menggaet investor swasta. Selanjutnya, ekosistem investasi ini harus kita jaga agar PAD meningkat dan kita bisa mendapatkan tambahan pajak dari investasi tersebut,” jelas Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menciptakan kondisi yang mendukung investasi. Dengan mendorong investasi swasta, Provinsi Gorontalo dapat mengurangi ketergantungan pada APBD yang dinilai sangat terbatas.
“Kalau investasi swasta ini tidak kita dorong, akan sangat mustahil kita keluar dari fiskal rendah. Kita tidak bisa terus mengandalkan APBD yang jumlahnya sangat kecil,” tegas Rudy.
Di akhir arahannya, Rudy menyampaikan harapan agar Provinsi Gorontalo menjadi provinsi yang maju melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan sektor swasta. Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bekerja keras menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Rapim tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Gorontalo.
(d10)












