https://wa.wizard.id/003a1b

Ratusan Masyarakat Desa Tenajar Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Pertamina EP Perbaiki Jalan Desa

DAILYPOST.ID , Indramayu – Masyarakat Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Tenajar. Mereka menuntut Pertamina EP untuk segera memperbaiki jalan desa yang rusak akibat dilalui kendaraan proyek pengeboran.

Aksi yang digelar pada Senin, 25 Agustus 2025, menjadi bentuk protes warga yang merasa dirugikan oleh aktivitas mobilisasi kendaraan besar dari proyek Pertamina EP. Jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat kini rusak parah dan menimbulkan banyak keluhan.

H. Nasir, tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa warga telah lama menunggu perhatian dari pihak Pertamina. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan yang nyata.”ujarnya.

Dalam aksi tersebut, masyarakat sempat melakukan audiensi dengan pihak Pertamina EP dan PT PDSI. Namun, pertemuan itu berakhir buntu karena belum ada kepastian mengenai realisasi tuntutan warga.”tegasnya.

Masyarakat kecewa karena yang mereka harapkan adalah komitmen nyata berupa perbaikan jalan dengan pengecoran. Warga selanjutnya melakukan aksi demo blokade jalan mobilisasi pengeboran Pertamina.”jelasnya.

Pa Rosadi, salah satu warga, menegaskan bahwa masyarakat menuntut Pertamina membuat komitmen jelas dan hitam di atas putih. Mereka tidak ingin hanya janji, tapi segera realisasikan pengecoran jalan.

Keluhan juga datang dari warga yang merasakan langsung dampak buruk aktivitas proyek. Wasniti (70), warga Tenajar, menuturkan bahwa rumahnya yang berada di pinggir jalan kini dipenuhi debu, sementara kebisingan kendaraan membuat warga sulit beristirahat.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga mengganggu aktivitas perekonomian dan pendidikan warga. Jalan itu merupakan akses utama menuju sekolah dan tempat penguburan umum.

Anggota DPRD Indramayu Fraksi PKB, Kiki Arindi, yang hadir langsung dalam audiensi, ikut menyuarakan aspirasi warga. Ia mendesak Pertamina EP untuk segera membuat kesepakatan resmi agar tuntutan warga dapat kepastian.

Kiki Arindi menambahkan bahwa masyarakat tidak menolak adanya proyek strategis nasional. Namun, yang mereka minta hanyalah perhatian terhadap kondisi lingkungan, terutama jalan desa yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.”jelasnya.

Warga masyarakat, Jamhari, menyampaikan bahwa mereka tidak menolak adanya proyek pengeboran, tapi tolong perduli lingkungan dan aset jalan desa kami karena sudah tidak layak di lewati mobil-mobil besar.”tutupnya.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version