https://wa.wizard.id/003a1b

Rektor UNG dan Pimpinan Sidang Proposal Puji Disertasi Ridwan Yasin, Ini Alasannya!

Dailypost.id

DAILYPOST.ID ">DAILYPOST.ID – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T memuji disertasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin, SH., MH., dengan judul “Pengaruh Reformasi Birokrasi, Kompetensi Aparatur, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Gorontalo Utara”.

“Jadi, disertasi ini menjadi menarik dikarenakan mahasiswa calon doktornya adalah pengambil kebijakan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorut. Makanya, lewat disertasi ini saya selaku salah satu promotor menginginkan agar supaya disertasi ini memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan kualitas pelayanan aparatur di Kabupaten Gorut,” ujar Dr. Eduart usai kegiatan Seminar Proposal Disertasi Program Doktor Administrasi Publik, Rabu (5/8/2020).

Rektor UNG itu juga berharap, implementasi dari disertasi ini bisa menjadi contoh baik untuk daerah lainnya.

“Kelak, ini (disertasi) sukses diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi daerah. Maka bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” tandanya.

Rektor UNG dan Sekda Gorut, foto: Arif Botutihe

Senada dengan Rektor UNG, pimpinan sidang, Prof. Dr. Hj. Asna Aneta, M.Si juga mengatakan bahwa judul disertasi yang diangkat oleh Sekda Gorut itu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kualitas pelayanan di Gorut.

“Ya, yang diangkat itu adalah problem (pelayanan publik) yang ada di Gorut. Ini artinya, kepedulian dari pak sekda itu untuk mengangkat, memperbaiki, serta mendongkrak pelayanan publik, yang mana mendapat nilai rendah dari Ombudsman,” pungkas Prof. Aneta.

Pimpinan Sidang Proposal sekaligus Promotor dan Sekda Gorut, foto: Arif Botutihe

Sementara itu, Sekda Ridwan yang memperoleh nilai memuaskan, yakni 3,91 merasa bersyukur atas suksesnya pelaksanaan seminar proposal ini.

Dan sebagai mahasiswa tercepat menyelesaikan penelitian dan sidang proposal di program doktor administrasi publik (hanya 2 tahun), Ridwan Yasin mengaku tidak sabar lagi untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam disertasinya.

“Dalam 5 tahun terakhir, SAKIP kita (Gorut) berada di posisi Stagnasi, yaitu B dengan catatan. Jadi B bukan berarti baik melainkan cukup. Nah, kalau kita lihat nilai di atasnya, berarti B ini masih kurang. Karena masih ada lagi nilai BB, hingga A. Jika implementasi disertasi ini sukses, maka target saya kedepan Gorut peroleh nilai A (Terbaik),” urai Sekda Ridwan.

Dirinya juga menjelaskan, ketika Gorut memperoleh nilai A, maka akan berimbas pada kualitas kinerja aparatur, yang nantinya akan membawa perubahan yang signifikan terhadap pelayanan publik.

“Kalau pelayanan itu baik, maka akan berimbas juga pada penyelenggaraan pemerintahan yang baik pula. Saya kira, ini akan dibenahi semua, mulai dari kompetensi aparatur, dan yang terpenting soal etika dan tingkat kedisiplinan,” imbuh Ridwan.

Dipastikan juga, bahwa seluruh tahapan yang diikuti oleh Sekda Gorut itu sama seperti mahasiswa pada umumnya. Tidak ada perlakuan spesial, baik oleh dosen penguji, promotor, maupun ketua prodi.

“Sesuai jadwal, nantinya akan menyusun instrumen, kemudian ujiannya. Demikian juga ujian hasil. Intinya tahapan-tahapan yang saya ikuti sama seperti mahasiswa pada umumnya. Tadi juga pak rektor bertanya kepada saya, saya angkatan berapa. Saya sudah sampaikan bahwa saya angkatan VI. Oleh karena itu jika ini bisa dipacu sesuai waktu yang saya targetkan, maka Insya Allah saya bisa jadi yang tercepat selesai untuk doktor bidang administrasi ini. Aamiin,” tutup Ridwan. (daily02/brig)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version