Gorontalo — Pimpinan sementara DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menerima kunjungan dari mahasiswa Aliansi Perawat dan Mahasiswa Keperawatan Gorontalo di ruang Rapat Dulohupa pada Senin, (14/10/2024). Pertemuan ini membahas pentingnya peran tenaga perawat di masa depan, terutama dalam konteks kebutuhan global yang semakin tinggi.
Ridwan Monoarfa mengungkapkan, bahwa perawat di Indonesia, khususnya di Gorontalo, sangat dibutuhkan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk itu, ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang dapat mendukung penguasaan bahasa asing oleh para mahasiswa keperawatan. Menurut Ridwan, pembekalan bahasa asing sangat penting, karena saat ini, banyak negara membutuhkan tenaga medis, terutama perawat, yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa internasional.
“Sebenarnya ada upaya yang bisa kita lakukan kalau pemimpin kita serius. Bukan hanya masalah moratorium, tapi perawat sangat dibutuhkan dan mereka sangat bernilai. Kenapa peluang ini tidak dimanfaatkan?” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media.
Lebih lanjut, Ridwan mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah kabupaten/kota segera menyiapkan fasilitas pendukung, seperti pelatihan bahasa asing yang memadai. Hal ini penting agar lulusan perawat Gorontalo dapat bersaing di pasar tenaga kerja global, terutama di negara-negara yang membutuhkan tenaga medis asing, seperti Jepang.
“Artinya, perawat yang sekolah di sini harus didesain untuk belajar bahasa, baik bahasa Inggris, bahasa Jepang, atau bahasa Mandarin. Jangankan 600, bahkan jika kita mampu mencetak 2.000 lulusan perawat dengan kemampuan bahasa asing, itu akan memiliki efek yang luar biasa,” tegas Ridwan.
Menurutnya, peluang untuk mengirim tenaga perawat ke luar negeri sangat besar, mengingat kebutuhan yang tinggi di negara-negara seperti Jepang. Jepang, yang diketahui kekurangan tenaga medis, sangat membutuhkan perawat dari Indonesia, yang dikenal dengan keramahan dan kualitas kerja yang tinggi. Namun, salah satu persyaratan utama untuk bekerja di luar negeri adalah penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Jepang.
“Ini adalah peluang besar. Jepang sangat membutuhkan perawat, dan saya yakin Indonesia, khususnya Gorontalo, memiliki tenaga-tenaga terampil yang sangat dihargai di sana. Tentu saja, syaratnya mereka harus menguasai bahasa Jepang. Kami berharap tenaga-tenaga seperti inilah yang bisa kita kirim dari Gorontalo,” tambah Ridwan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW Nasdem Gorontalo.
Dengan demikian, Ridwan Monoarfa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak kampus dalam mempersiapkan para mahasiswa keperawatan untuk memenuhi kebutuhan global. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo serta membuka peluang kerja di luar negeri bagi lulusan keperawatan.













