, Gorontalo – Pada tahun 2022 kemarin, Bank Sulut-Gorontalo (BSG) mencatat laba bersih mencapai Rp241,4 miliar. Hal ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2022 dan RUPS Luar Biasa 2023, yang berlangsung di Villa Manare, Minahasa, Sulut, Kamis (09/02/2023).
RUPS ini dihadiri oleh para kepala daerah pemegang saham, dan mereka menyepakati pembagian 80 persen dividen dari laba bersih perseroan.
Pada kesempatan itu, Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo, Hamka Hendra Noer mengungkapkan, pada tahun 2022 ini dividen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo senilai Rp5,59 miliar disetor ulang dalam bentuk penyertaan modal.
“Dividen langsung kita setor lagi jadi penyertaan modal. Sekarang saham kita dari Rp62 miliar sudah jadi kurang lebih Rp67 miliar,” tutur Penjagub Hamka.
Dari total laba bersih yang didapat BSG pada tahun 2022 itu, 20 persennya digunakan untuk cadangan perseroan, dan dikurangi Rp8 miliar untuk tambahan dana PJSL 2023. Kemudian dikurangi lagi Rp1,3 miliar untuk kompensasi dana setoran modal 2022. Maka laba bersih didapat sekitar Rp37,7 miliar yang digunakan untuk menambah cadangan perseroan.
RUPS juga menyepakati dana PJSL tahun 2023 sebesar Rp40 miliar. Rinciannya Rp8 miliar disisihkan dari laba bersih tahun 2022 dan Rp32 miliar dibebankan pada laba operasional tahun 2023.
Sementara sebesar Rp38 miliar dana PJSL dibagikan kepada seluruh pemegang saham secara proporsional. Rp2 miliar digunakan untuk rencana aksi keuangan berkelanjutan yang dikelola oleh perusahaan.












