https://wa.wizard.id/003a1b

Transformasi Digital di Sekolah 3T, BRI Peduli Bangun Akses Teknologi di SMPN 6 Bayan

Dailypost.id
Dok. BRI

DAILYPOST.ID Lombok Utara – Dalam dunia pendidikan yang semakin terdigitalisasi, kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan serius, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli, menghadirkan solusi nyata dengan membangun ekosistem pembelajaran digital di SMP Negeri 6 Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Lewat program bertajuk Pengembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi serta Akses Internet untuk Sekolah, BRI menyalurkan bantuan teknologi yang mencakup satu unit modem dengan layanan internet gratis, 10 unit PC All-In-One, serta pelatihan literasi dan keuangan digital bagi para siswa.

Langkah ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan investasi strategis dalam menyiapkan generasi muda di wilayah 3T agar tak tertinggal dalam revolusi digital. Program ini juga menjadi komitmen nyata BRI dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi di seluruh pelosok negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah 3T memiliki peluang yang sama dalam mengakses pendidikan berbasis digital. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk ikut mencetak generasi unggul yang siap menghadapi era disrupsi,” ungkap Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi.

Bantuan ini menjadi angin segar bagi SMP Negeri 6 Bayan yang kini tengah bersiap menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Selama ini, keterbatasan perangkat dan jaringan menjadi kendala utama dalam pelaksanaan ujian digital.

“Dengan adanya komputer dan internet dari BRI, kami tidak lagi khawatir soal ANBK. Ini jelas meningkatkan kesiapan dan semangat belajar siswa kami,” ujar Yuniarti, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Bayan.

Sekolah yang memiliki 127 siswa ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara sektor perbankan dan pendidikan bisa menciptakan perubahan nyata. Apresiasi pun datang dari pihak sekolah, yang menganggap bantuan tersebut sebagai fondasi untuk memperkuat pembelajaran di era digital.

Program digitalisasi sekolah yang dijalankan BRI bukanlah agenda jangka pendek. Sebelumnya, inisiatif serupa juga dilaksanakan di SMP Negeri 22 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dan rencananya akan terus diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa BRI Peduli tidak hanya berperan sebagai sponsor, tetapi juga sebagai penggerak transformasi pendidikan melalui teknologi. Melalui pendekatan ini, BRI mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar keempat tentang pendidikan berkualitas.

“Pendidikan digital bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Kami percaya pemerataan akses teknologi di sekolah akan mendorong percepatan pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing global,” tutup Hendy. (*)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version