https://wa.wizard.id/003a1b

Wakasek SMKN 1 Gorontalo Minta Maaf Atas Pernyataan “Kreativitas Siswa”: “Maksud Saya Baik.”

Dailypost.id
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo Zulkarnain Tanipu. (Foto: Istimewa)

DAILYPOST.ID Gorontalo — Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Gorontalo, Zulkarnain Tanipu, meluruskan pernyataannya terkait istilah “kreativitas siswa” yang menjadi sorotan publik setelah video pemukulan siswa oleh empat siswa lainnya viral di media sosial. Klarifikasi ini diberikan setelah ia dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Rusli Nusi, pada Senin (16/9/2024), untuk membahas peristiwa yang telah menyedot perhatian masyarakat luas.

Zulkarnain menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul dalam konteks konferensi kasus yang digelar sehari setelah kejadian. Konferensi ini diadakan untuk mempertemukan lima orang tua siswa yang terlibat, guna mendiskusikan langkah-langkah penyelesaian permasalahan tersebut.

“Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Selasa sore, dan pada Rabu pagi kami langsung menggelar konferensi kasus. Ini adalah bentuk mediasi untuk mendengarkan penjelasan dari pihak orang tua,” ujar Zulkarnain.

Ia menambahkan, saat konferensi berlangsung, informasi yang diterima pihak sekolah masih belum lengkap, termasuk belum adanya rekaman video yang kemudian viral di media sosial.

Menurutnya, sebagai guru, mereka selalu berupaya untuk tidak segera memberikan vonis negatif terhadap siswa.

“Kami menganggap peristiwa ini sebagai bentuk ‘kreativitas’ dalam arti bahwa siswa berperilaku tanpa bimbingan yang tepat. Namun, sayangnya, pernyataan saya itu disalahartikan seolah-olah membenarkan aksi kekerasan tersebut,” jelasnya.

Zulkarnain mengakui bahwa waktu kejadian dan konferensi yang berdekatan dengan momen viralnya video tersebut di media sosial membuat situasi semakin kompleks.

“Video itu baru viral pada Rabu sore, sekitar selepas magrib. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk membenarkan tindakan kekerasan maupun konsumsi minuman keras yang dilakukan oleh siswa,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas pernyataannya yang telah menimbulkan kegaduhan.

“Saya mohon maaf jika pernyataan saya memicu kebingungan dan kegaduhan di masyarakat. Maksud saya adalah baik, namun mungkin tidak tepat dalam situasi dan waktu tersebut,” pungkasnya.

(d09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version