, Gorontalo – Angka “Bunuh Diri” di Provinsi Gorontalo menjadi sorotan utama setelah serangkaian kejadian mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi bersama dengan berbagai pihak berupaya keras mengatasi masalah ini dengan berbagai cara.
Pada Kamis (03/08/2023), sebuah acara penting digelar di Hotel Grand Q yang menghadirkan sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Yuriko Kamaru.
Dalam acara tersebut, Yuriko Kamaru menegaskan pentingnya kolaborasi dari semua pihak untuk menghadapi fenomena yang mengkhawatirkan ini.
“Kami di DPRD Provinsi Gorontalo akan secara bersama-sama mendorong keterlibatan semua pihak, mulai dari basis keluarga,” ujarnya.
Yuriko Kamaru mengakui bahwa masalah ekonomi menjadi salah satu pemicu terjadinya fenomena bunuh diri. Oleh karena itu, politisi Partai Nasdem tersebut menghimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam putus asa ketika menghadapi persoalan sulit.
“Masih ada jalan terbaik untuk mengatasi masalah, ‘Bunuh Diri’ bukan merupakan solusi,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Dalam upayanya menekan angka bunuh diri, Polda Gorontalo juga telah menyelenggarakan FGD sebagai langkah proaktif. FGD tersebut merupakan bentuk kerja sama dan peran aktif kepolisian dalam menangani kasus-kasus sensitif seperti ini.
Semua pihak berharap, dengan kolaborasi yang kuat dan upaya bersama, angka bunuh diri di Provinsi Gorontalo dapat ditekan dan masyarakat dapat saling mendukung dalam mengatasi persoalan hidup. Keterlibatan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju penurunan angka bunuh diri yang mengkhawatirkan.
(Rifaldi Saidi)












