, Gorontalo Utara – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo Utara melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengelola Klinik Desa Ceria dan Pendamping Daerah se-Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2023.
Acara ini berlangsung di Hotel Dumhil, pada 27 Agustus 2023 dan dihadiri oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Helmi Potutu, Sekretaris PMD, Koordinator Daerah, serta pendamping keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan Bimtek ini. Ia menekankan bahwa hasil konkret harus muncul setelah kegiatan ini selesai.
“Setelah Bimtek ini harus ada yang dihasilkan. Makanya saya perlu undang semua, agar semua bisa paham,” ujar Bupati Thariq.
Selama Bimtek, Bupati Thariq juga memberikan penjelasan rinci mengenai konsep Ceria. Ia mengungkapkan bahwa konsep ini telah menjadi landasan dalam kepemimpinannya sejak tahun 2008.
“Yang pertama saya sampaikan, bahwa kalau tidak ada konsep Ceria, tidak ada Bupati Thariq Modanggu. Mulai 2008 itu, saya sudah mulai menyusun konsep Ceria, hingga saya maju sebagai wakil bupati tetap menggunakan konsep Ceria,” tegas Thariq.
Bupati juga menyoroti pentingnya kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta menekankan bahwa pembangunan tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan.
“Kalau membangun, orang tahu modalnya apa, pendapatan dan pengeluarannya berapa, dan pemerintah harus tahu itu. Makanya lahirlah konsep Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Rumah Tangga (RAPBRT),” jelas Bupati.
Selain itu, Bupati Thariq juga berharap agar penginputan aplikasi bantuan tetap dilakukan dengan benar, termasuk pemahaman yang lebih mendalam tentang data stunting.
Dalam konteks tersebut, Bupati Thariq sebelumnya telah meminta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara, yang telah diinput melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
“Dan ternyata sesuai hasil temuan data dari pendamping banyak yang tidak sesuai. Tetapi ada beberapa kecamatan yang sudah selesai 100 persen,” ujar Bupati Thariq.
Lebih lanjut, Thariq meminta Koordinator Daerah untuk merumuskan apa yang menjadi beban selama pelatihan hingga target pada Minggu ke empat November selesai, dengan melibatkan Dinas Sosial.
“Saya ingin di akhir pelatihan sudah ada beberapa klasifikasi data rekapan. Yang kedua, saya juga minta target yang lebih jelas, termasuk juga dalam penginputan Si Cantik,” tutup Bupati Thariq. (Daily05)













