Oleh: Srie Parmono
Opini — Israel tidak hanya mengancurkan Gaza, Palestina, tetapi juga tidak akan menerima terbentuknya kembali khilafah di Pantai mediterania. Hal mengejutkan itu terungkap dalam pernyataan perdana mentri Israel, Banyamin Netanyahu, bahwa dia respon Israel tidak akan terbatas pada Yaman, melainkan meluas ke wilayah lain, seperti Libanon dan wilayah-wilayah lainnya.
Ini merupakan ucapan ancaman terhadap kaum muslim akan kebangkitan khilafah. Benyamin mengatakan dengan nada keras bahwa kami akan merubah wajah Timur Tengah dan telah menetapkan poros kejahatan di Gaza, Libanon, Suriah dan tempat lainnya. Poros kejahatan itu yang dikenal sebagai khilafah (Arrahmah.id, 23/04/2025).
Orang Kafir pun Paham Khilafah
Kekhawatiran Israel akan bersatunya umat Islam telah dinyatakan dengan tegas dalam pidatonya, bukan hanya ketakutan akan terjadinya persatuan umat Islam, tetapi ketakutan akan kebangkitan sistem kepemimpinan Islam, yaitu khilafah. Inilah watak asli penjajah Israel yang menanam kebencian terhadap Islam dan ingin menghancurkan Islam, baik secara komunitas maupun dalam pemahaman akan kekuatan kepemimpinan islam. Kebenciannya telah mengahalalkan segala cara untuk menghancurkan negeri-negeri muslim.
Pernyataanya bukan hanya akan mengausai Palestina saja, tetapi negeri-negeri muslim lain akan menjadi target berikutnya, Inilah keserakahan yang tampak dalam dunia yang katanya menjunjung kemerdekaan dan kebebasan. Akan tetapi, faktanya hanya slogan untuk memuluskan penjajahan itu sendiri. Penguasaan terhadap Palestina justru merupakan titik awal penjajahan baru.
Sudah saatnya umat Islam menyadari bahwa solusi yang ditawarkan Barat untuk Palestina bukan solusi hakiki, melainkan solusi untuk memuluskan penjajahan mereka di Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya. Maka, benarlah firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 120,
وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah,”
Khilafah adalah sistem kepemimpinan Islam yang menyatukan umat Islam yang saat ini tercerai berai. Islam memiliki sistem kepemimpinan yang disebut dengan khilafah. Sistem ini pernah diterapkan selama 1300 tahun. Akan tetapi, kepemimpinan khilafah akan kembali tegak adalah kepastian. Apalagi, begitu banyak persoalan dan permasalahan yang tak kunjung selesai dengan solusi-solusi di luar Islam. Tidak ada hal lain yang dapat membebaskan Palestina, selain dengan jihad dan khilafah. Sebab, sejatinya jihad tidak akan terlaksana dengan sempurna tanpa komando kepemimpinan Islam.
Lihatlah, meski hari ini seruan jihad sudah digaungkan, tetapi tidak ada gerakan negeri-negeri muslim untuk mengirim pasukan bersenjata. Tidak ada upaya negeri-negeri muslim untuk membebaskan Palestina dari penjajah.
Sudah saatnya kaum muslimin bersatu dan menyerukan jihad. Jangan sampai masih ada pemhaman yang keliru di tengah umat Islam yang menyepelekan jihad, Tidak boleh ada ketakutan akan sistem Islam di sisi umat. Umat Islam harus menyadari betul bahwa ketakutan Israel akan berdirinya khilafah, bukanlah ketakutan bagi umat Islam.
Khilafah adalah sistem pemerintahan yang diturunkan melalui wahyu Allah Swt. Sistem ini juga dijelaskan dalam bisyarah Rasulullah saw. Umat harus meyakini bahwa perjuangan untuk menjemput nashrullah (perteolongan Allah) hari ini sudah sangat nyata di depan mata. Sudah banyak kerusakan-kerusakan yang tampak jelas di dalam sistem sekuler kapitalis. Hancurnya negeri-negeri muslim, penjajahan, dan penjarahan sumber daya alam semua ulah dari sistem buruk yang bersumber dari manusia. Sistem yang bukan bersumber dari wahyu Allah akan membawa kerusakan pada alam semesta.
Memperjuangkan Tegaknya Khilafah adalah Mahkota Kewajiban (Takjul Furudh)
Umat muslim harus yakin, bahwa jihad dan khilafah adalah syariat Islam. Sebab, seluruh hukum Allah akan bisa diterapkan dengan khilafah. Penting bagi umat untuk memahami bahwa khilafah merupakan ajaran Islam. Mendirikan khilafah adalah fardhu kifayah, seperti jihad. Fardu kifayah adalah apabila suatu syariah telah didirikan, maka gugurlah kewajiban setiap umat.
Apabila tidak ada seorangpun yang mendirikannya, maka berdosalah setiap individu umat Islam, sehingga berdirinya khilafah dan memperjuangkanya adalah kewajiban setiap umat. Maka, tidak ada cara lain dalam memperjuangkan pembebasan Palestina kecuali dengan jihad dan khilafah.












