Gorontalo — Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Hibah Komisi Informasi Provinsi (KIP) Gorontalo Semester I di Roemah Marly, Kota Gorontalo, Kamis (04/07/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana efektivitas dan efisiensi penggunaan dana hibah yang telah diberikan kepada KIP.
Kepala Dinas Kominfotik, Rifli Katili, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya Monev ini sebagai alat ukur untuk mengetahui apakah dana hibah, meskipun nilainya relatif kecil, dapat dimanfaatkan secara optimal hingga akhir tahun 2024.
“Kami juga menyadari bahwa dana hibah ini memang tidak seberapa, apalagi melihat sarana prasarana, fasilitas, sekretariat dan lain-lain. Kami percaya teman-teman dari KIP bisa mengoptimalkan dana hibah dengan sebaik mungkin,” ujar Rifli.
Rapat ini juga menjadi ajang diskusi mengenai rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Informasi RI yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. Salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai pengelolaan anggaran KIP yang diusulkan agar melekat pada Dinas Kominfo daripada diberikan secara hibah.
Ketua KIP Gorontalo, Idris Kunte, mengungkapkan bahwa hampir 80 persen Komisi Informasi di daerah lain mengintegrasikan kelembagaan dan pendanaannya dengan Dinas Kominfo setempat.
“DIPA masuk di Kominfo sehingga administrasi dan pelaporan di sana kami fokus pada program kegiatan,” kata Idris.
Rifli Katili juga meminta agar komisioner KIP Gorontalo melakukan kajian hukum dan studi tiru ke daerah lain untuk mendapatkan masukan tentang tata kelola KIP yang lebih baik di masa depan.
“Kami berharap ada masukan yang lebih baik bagaimana tata kelola KIP ke depan,” tambah Rifli.
Rapat yang berlangsung selama satu setengah jam ini diakhiri dengan penyerahan buku terkait keterbukaan informasi publik serta sesi foto bersama. Penyerahan buku ini menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan transparansi di Provinsi Gorontalo.
Optimalisasi Dana Hibah untuk Efisiensi KIP Gorontalo
Dalam rapat tersebut, Rifli Katili menegaskan bahwa meski dana hibah yang diberikan tidak besar, efektivitas penggunaannya harus tetap dioptimalkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap dana yang dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung operasional KIP Gorontalo hingga akhir tahun 2024.
Diskusi tentang rekomendasi Rakornas KIP RI juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dan transparan. Dengan melekatkan anggaran KIP pada Dinas Kominfo, diharapkan administrasi dan pelaporan dapat dilakukan lebih terstruktur dan fokus pada program-program yang telah direncanakan.
Rifli Katili berharap agar komisioner KIP dapat melakukan kajian hukum dan studi banding ke daerah lain untuk mengadopsi praktik terbaik dalam tata kelola KIP. Langkah ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga untuk perbaikan kelembagaan dan administrasi KIP di Provinsi Gorontalo.
Monev Dana Hibah KIP Gorontalo ini menunjukkan komitmen kuat Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo dalam mendukung keterbukaan informasi dan transparansi publik. Dengan langkah-langkah strategis yang telah dibahas, diharapkan KIP Gorontalo dapat terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
(d09)













