https://wa.wizard.id/003a1b

Genjot Kualitas SDM, Pemkot Gorontalo Gelar Pelatihan TIK Untuk Tenaga Pengajar Agama

Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono saat memberikan sambutan pada pelatihan bidang TIK kepada tenaga pengajar agama. Foto: Humas Pemkot Gorontalo

DAILYPOST.ID , Kota Gorontalo – Dalam rangka menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar pelatihan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada tenaga pengajar agama yang meliputi pengelola pesantren, penyuluh agama dan guru mandrasah.

Pelatihan bidang TIK yang berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo ini difokuskan pada pelatihan desain grafis dan aplikasi perkantoran untuk pengelolaan pesantren, penyuluh agama, guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Kegiatan ini juga merupakan langkah strategis yang di jalankan Pemkot Gorontalo, terlebih di era digital seperti saat ini.

Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono menjelaskan, pemerintah telah menetapkan sepuluh target Indonesia digital yang akan dicapai pada tahun 2024.

Target ini diantaranya tambahan pertumbuhan dasar pada tahun 2024, pertumbuhan hingga 5.000 perusahaan rintisan (Star Up), terciptanya 2,5 juta lapangan menghasilkan 600.000 talenta digital yang dilatih setiap tahunnya.

“Untuk merealisasikannya butuh sinergitas dan kolaborasi antar seluruh stakeholder, baik pemerintah, sektor publik, maupun swasta untuk dapat mencapai target sesuai yang telah direncanakan,” ungkap Ryan. Selasa (11/10/2022).

Olehnya, peningkatan SDM ini menjadi hal yang perlu dilakukan agar tenaga kerja di Kota Gorontalo lebih berkompeten, terlebih dalam bidang TIK.

“Kita perlu melihat peluang di era digitalisasi seperti sekarang ini, maka dalam hal itu perlu adanya pengetahuan tentang teknologi, dengan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kemahiran setiap tenaga kerja didalam pemanfaatan teknologi dan informasi,” jelas Ryan.

Selain itu Ryan menilai bahwa penggunaan sosial media khususnya desain grafis, sudah menjadi hal yang biasa dikalangan masyarakat. Maka peningkatkan kapasitas tenaga pengajar agama perlu diupgrade agar minat belajar siswanya juga meningkat.

“Design grafis yang dulunya hal tabu, sekarang ini telah menjadi hal biasa, trend dan mengisi keseharian para pengguna social media. Jika dikaitkan dengan bapak/ibu selaku tenaga pendidik, design grafis tidak cukup dengan editan langsung melalui social media. Bapak/ibu tentunya ingin memberikan suguhan menarik yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, terang Ryan.

Ia berpesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan itu dengan serius agar hasil yang didapatkan juga maksimal.

“Maka diharapkan kepada seluruh peserta pelatihan TIK mengikuti kegiatan ini dengan sunguh-sungguh agar bisa memberikan manfaat jadi semakin terupdate skillnya,” tandas Ryan.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut akan dibagi dalam 5 kelas dengan 2 skema berbeda, yaitu design grafis 3 kelas dan junior office operator 2 kelas.

Pelatihan tersebut diikuti 90 peserta perwakilan dari kabupaten/kota se provinsi gorontalo dan dilaksanakan selama lima hari. (adv/Jeff)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version