https://wa.wizard.id/003a1b

Bupati Thariq Modanggu Apresiasi Terpilihnya Gorut Jadi Pilot Project Penurunan Angka Stunting Tingkat Provinsi

DAILYPOST.ID , Gorontalo Utara – Terpilihnya Kabupaten Gorontalo Utara sebagai pilot project untuk penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo, mendapat apresiasi dari Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu saat menghadiri launching kegiatan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), Selasa (11/10/2022).

Kegiatan yang digelar oleh pemerintah Provinsi itu dilaksanakan di Desa Ibarat Kecamatan Anggrek tersebut, juga dihadiri Penjabat Gubernur Provinsi Gorontalo bersama Ketua TP. PKK, Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala BPOM Provinsi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, Kadis Ketahanan pangan Kabupaten Gorontalo Utara dan juga Camat Anggrek.

Dengan mengusung tema Cegah Stunting One Day One Egg (ODOE), kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus dengan pembagian beras Fortivikasi pada anak yang ada di lokasi wilayah stunting, yang dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh (Gotas) pemerintah Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan satu gerakan yang sangat mulia, yakni memberi perhatian kepada generasi-generasi masa depan Gorontalo.

“Ini adalah satu gerakan yang sangat mulia, memberi perhatian kepada generasi-generasi masa depan Gorontalo. Juga kami memberi apresiasi kepada Ibu Direktur yang telah memberi perhatian, dan kami yakin dengan pertemuan hari ini, akan memberikan manfaat besar, bagi upaya meningkatkan gizi masyarakat lebih spesifik dalam penanganan stunting,” ungkapnya.

Berdasarkan data survey gizi, kata bupati, Gorontalo Utara memang masih diangka 29%. Sementara untuk okulasi berdasarkan data timbang, sebesar 17,47%. Olehnya, melalui kegiatan rembuk stunting tingkat kabupaten yang telah dilaksanakan, pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sudah menetapkan satu strategi baru.

“Kami sudah menetapkan satu strategi baru, dan ini kami akan sampaikan nanti secara tertulis. Target nasional 14%, tapi kami di Gorut bertekad 2024 9%. Karena itu kami sudah menyiapkan satu desain, mulai dari regulasi penyiapan sistem, termasuk intervensi spesifik maupun sensitif. Untuk regulasi ini sementara kami susun dalam bentuk perbup, Insya Allah sebentar lagi akan selesai,” ujar bupati.

Berdasarkan analisa bersama tim di Kabupaten Gorontalo Utara, lanjut Thariq, untuk tahun 2022, intervensi spesifik sebanyak 24 kegiatan, dan intervensi 21 sensitif sebanyak 21 kegiatan. Sementara di APBD 2023, pemda telah mengalokasikan untuk intervensi spesifik sebanyak 25 kegiatan, dan intervensi sensitif sebanyak 33 kegiatan.

“Untuk penyiapan sistim anggaran, kami sudah anggarkan di perubahan. Kami ingin dimulai dari hulu ke hilir. Mulai dari remaja hingga ibu menyusui dan anak, itu akan ada dalam satu sistem informasi, dan sekarang sementara dirancang. Berjalan tidaknya program stunting di Gorontalo Utara, dapat diketahui lewat sistim informasi,” tandasnya.

Bupati Thariq Modanggu menegaskan, upaya itu dilakukan adalah sebagai bagian dari bentuk kerja pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo Utara.
(Adv/Daily05)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version