Jakarta– Jagat maya dihebohkan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tiba-tiba melonjak tajam di Google. Pada Sabtu (1/2/2025), hasil pencarian Google menunjukkan nilai tukar rupiah di level Rp8.170 per dolar AS—sebuah angka yang jauh lebih kuat dibandingkan realitas pasar.
Kondisi ini bertolak belakang dengan data Bloomberg, yang menunjukkan bahwa rupiah justru melemah 48,5 poin atau 0,30% menjadi Rp16.304 per dolar AS pada hari yang sama.
Fenomena ini pun menjadi buah bibir di berbagai grup WhatsApp (WAG) dan media sosial X (dulu Twitter). Banyak netizen bertanya-tanya apakah rupiah benar-benar menguat atau ini hanyalah kesalahan sistem dari Google.
Sejumlah pengguna X ikut mempertanyakan lonjakan tiba-tiba ini. Akun @ArdiannArd misalnya, mengaku kebingungan karena tidak menemukan berita yang mendukung penguatan signifikan rupiah.
“Ada apa ini? Kok rupiah bisa menguat hampir setengah gini? Cari-cari berita yang bahas penguatan rupiah kok ndak nemu ya,” tulisnya.
Sementara itu, akun @goalscoreid bahkan menduga Google mengalami bug.
“Ini ngebug kah dolar rupiah?” tulisnya seraya membagikan tangkapan layar nilai tukar yang mencurigakan.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Google, kesalahan tampilan nilai tukar ini diduga terjadi akibat error dalam sistem agregasi data Google.
Google biasanya mengambil data nilai tukar dari berbagai sumber keuangan seperti Morningstar atau Refinitiv. Namun, terkadang terjadi kesalahan dalam proses pembaruan data sehingga menampilkan angka yang tidak akurat.
Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya pada beberapa mata uang lainnya, di mana Google menampilkan nilai tukar yang jauh berbeda dari harga pasar yang sebenarnya.
(d10)













