https://wa.wizard.id/003a1b

Gorontalo Siaga Cuaca, Bulog Diminta Bersiap Sedia dengan Pasokan Pangan

Dailypost.id
Suasana rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Gorontalo dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang, di Aula Rudis Gubernur, Selasa (12/9/2023).(Foto : Diskominfotik)

DAILYPOST.ID , Gorontalo – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Gorontalo, Ot Oral Sem Wilar, memberikan peringatan serius mengenai cuaca ekstrem yang akan menghantam provinsi tersebut. Dalam pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur Ismail Pakaya, Ot Oral Sem Wilar mengungkapkan bahwa puncak hujan tertinggi diperkirakan akan melanda pada bulan Januari.

Menurutnya, awal musim hujan di Gorontalo akan terbagi menjadi delapan zona musim, dengan beberapa daerah seperti Gorontalo Utara dan sebagian kecil Pohuwato bagian utara, diprediksi akan mengalami musim hujan pada awal November.

“Untuk kedepannya, September masih menjadi puncak musim kemarau di Provinsi Gorontalo, dan curah hujannya diperkirakan tetap rendah, berkisar antara 0 hingga 50 mm. Bulan Oktober akan mengalami peningkatan sedikit, dengan rata-rata curah hujan sekitar 50-100 mm. Sedangkan pada November, rata-rata curah hujan dapat mencapai 100-150 mm,” ungkap Ot Oral Sem Wilar.

Menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini, Penjabat Gubernur Ismail Pakaya segera bertindak dengan meminta agar Badan Urusan Logistik (Bulog) bersiap-siap dengan pasokan bahan pangan, termasuk gula dan beras. Ia juga mengingatkan bupati dan walikota di seluruh daerah untuk bersiap menghadapi situasi ini.

Ismail Pakaya juga meminta Bulog untuk mengambil gula pasir yang dihasilkan oleh petani tebu, dengan pembagian 60/40 bersama pabrik gula Gorontalo. Selain itu, sebagai tindakan antisipasi terhadap dampak dari kekeringan atau banjir yang mungkin terjadi, ia mengajak para bupati dan walikota untuk segera mengeluarkan surat penetapan siaga darurat, yang nantinya akan ditandatangani olehnya sebagai syarat administrasi bagi Bulog untuk mengambil Cadangan Beras Pemerintah.

“Khusus untuk list kecamatan dan desa yang terkena dampak kekeringan, mereka dapat memanfaatkan cadangan beras pemerintah. Ini adalah langkah awal yang harus kita ambil untuk menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG,” jelas Ismail Pakaya.

Situasi cuaca yang tidak menentu di Gorontalo membuat pihak berwenang dan Badan Logistik Nasional (Bulog) bersiap-siap menghadapi potensi krisis pangan yang dapat timbul akibat dampak dari cuaca ekstrem yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi. Langkah-langkah proaktif ini diharapkan akan membantu melindungi warga Gorontalo dari dampak yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca yang tak terduga.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version