Gorontalo – Juru Bicara (Jubir) Gubernur Gorontalo, David Radjak, mempertanyakan manuver Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, yang kembali mengangkat isu larangan UMKM berjualan di trotoar Jalan Andalas dan Tanggidaa.
Menurut David, Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tidak sedang fokus pada penertiban di kawasan tersebut. Ia menilai pengangkatan kembali isu itu tanpa melihat persoalan secara komprehensif justru menimbulkan tanda tanya besar.
“Padahal Pemprov sedang tidak berkonsentrasi di sini, makanya memunculkan kembali isu ini tanpa melihat persoalan secara utuh justru menimbulkan pertanyaan, ada persoalan apa yang sebenarnya sedang ditutupi?” ujar David Radjak dalam keterangan resminya, Jumat (31/10/2026).
David menilai, jika Rivai Bukusu benar-benar totalitas memperjuangkan UMKM, seharusnya ada banyak pekerjaan rumah di wilayah Kota Gorontalo yang lebih mendesak untuk disoroti.
Ia mencontohkan beberapa kawasan yang pernah dicanangkan Pemerintah Kota Gorontalo sebagai sentra UMKM, namun kini kondisinya memprihatinkan.
“Coba lihat bagaimana kondisi kawasan-kawasan tersebut sekarang. Seperti kawasan Pasar Sentral, kompleks dan depan SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, serta kawasan Kota Tua yang sebelumnya dicanangkan sebagai kawasan UMKM. Kawasan yang pernah dicanangkan sebagai ruang pengembangan UMKM justru terkesan sunyi dan nyaris hanya menyisakan lampu-lampu hias,” tegasnya.
“Harusnya itu dulu yang diurus, bukan tiba-tiba menyeberang mewarning Pemprov,” lanjut David.
Jubir Gubernur menegaskan, keberpihakan terhadap pelaku UMKM tidak bisa diukur hanya dengan membela aktivitas berjualan di atas trotoar yang notabene adalah fasilitas publik untuk pejalan kaki.
Menurutnya, dukungan terhadap UMKM dan penataan kawasan publik harus berjalan beriringan dan tidak saling menegasikan.
“Jangan hanya karena membela pedagang yang berjualan di trotoar, lalu merasa paling pro UMKM,” kata David.
Ia juga menyayangkan sikap Rivai Bukusu yang langsung melayangkan peringatan (warning) kepada Pemprov Gorontalo.
“Pak Rivai Bukusu sebaiknya melihat persoalan ini dengan jernih. Jangan sampai, sikap yang ditampilkan justru membuat publik melihat beliau lebih menyerupai juru bicara Wali Kota Gorontalo,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, David memastikan komitmen Pemprov Gorontalo terhadap sektor UMKM tidak perlu diragukan dan justru berlipat ganda.
Sebagai bukti, di akhir tahun 2026 ini Pemprov akan mendistribusikan ribuan paket pasar murah yang akan menjadi stimulan bagi pelaku usaha kecil.
“Di akhir tahun ini saja, Pemprov Gorontalo akan mendistribusikan 12.700 paket untuk Pasar Murah tersebar di seluruh wilayah Gorontalo, ini tentu juga akan menjadi stimulan bagi pelaku-pelaku usaha,” pungkas David Radjak.













