, Pohuwato- Salah satu tugas pokok yang dimiliki oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) dalam hal meningkatkan SDM Lokal dan mengawasi/mengontrol para pihak investor diduga telah melemah.
Pasalnya, Sumber Daya Manusia (SDM) ketenagaan lokal jarang dilibatkan/digunakan oleh para investor-investor atau perusahaan yang akan beroperasi di wilayah Pohuwato.
Hal ini diungkap oleh Ketua Lembaga Pengawas Kinerja Pemerintah (LPKP-Galak), Ismail Hippy.
“Selaku tokoh dari masyarakat, saya banyak sekali mendengar terkait keluhan dari pihak masyarakat yang sangat susah untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di kalangan investor atau perusahaan yang masuk di wilayah ini,” tutur Ismail, Jumat (23/09/2022).
Menurut ismail, seharusnya pihak Disnaketrans itu mampu melaksanakan tugasnya dalam mengawasi setiap Investor/perusahaan dalam hal melakukan perekrutan ketenagakerjaan.
“Olehnya, Saya meminta kepada pihak Disnakertrans agar dapat memperhatikan Investor-investor atau perusahaan yang datang ke daerah kita agar dapat melakukan perekrutan tenaga kerja lokal yang harus berdomisili atau memiliki indentitas asli Pohuwato. jangan ada yang dari luar karena dapat memicu konflik masyarakat jika hal ini tidak diawasi dengan baik,” tegasnya.
Ismail juga sempat mempertanyakan terkait tempat penunjang kualitas SDM Lokal milik Disnakertrans.
“Kemarin pas saya pergi ke Disnakertrans, tempat diselenggarakannya Pelatihan Kerja itu tak terpelihara/terealisasi dengan baik, apakah ini yang menjadi kendala dari mereka?,” Ungkapnya
Disisi lain, saat dikonfirmasi terkait persoalan tempat tak layak pakai itu, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans, Ferny Lengkong mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengatasi persoalan terkait gedung work shop yg sudah tidak terpelihara.
“Ada kemungkinan tahun 2023 nanti sudah teranggarkan untuk pemeliharaan gedung BLK secara bertahap,” ucapnya, terangnya.












