, Gorontalo – Pergelaran pesta demokrasi pemilu tahun 2024 membuat Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo terus gencar berkoordinasi hingga ke KPU Pohuwato pada Sabtu (05/08/2023).
Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya terhadap KPU lain yang ada di Gorontalo, Komisi I datang dengan maksud untuk mengevaluasi sudah sejauh mana tahap persiapan yang telah disiapkan KPU Pohuwato.
“Mereka sudah menyampaikan informasi terkait dengan pencermatan, daftar calon sementara yang memang ada beberapa partai yang sudah diberi informasi menyangkut persyaratan itu” ungkap Ketua Komisi I, Aw Thalib.
Terkait hal tersebut, para calon telah diberi waktu untuk penyelesaian mengenai masalah persyaratan calon meski ada beberapa partai yang menyatakan menerima apapun hasil verifikasi yang ada di KPU.
Berikutnya yang bersangkutan dengan daftar pemilih tetap telah dilaporkan sudah tuntas 100% perekaman KTP-EL bagi masyarakat Pohuwato.
“Tentunya ini prestasi yang membanggakan dimana Pohuwato telah menyatakan sudah bebas dari beban untuk perekaman KTP-EL” ujar Aw Thalib.
Aw Thalib menyebut bahwa dalam kunjungan kali ini, ada satu hal yang paling urgent yaitu mengenai anggaran pemilu untuk Pohuwato.
“Yang dari 34 miliar kemudian menjadi 23 miliar, tapi belum juga ada kesepakatan, pemda menawarkan 14 miliar, tetapi itu masih tetap seperti itu oleh KPU karena mereka menganggap itu sudah rasional” tandas Politisi Partai PPP.
Aw Thalib menyebut bahwa terkait anggaran pembiayaan pemilu ini harus terus dilakukan komunikasi yang intens antara KPU dengan Pemerintah Daerah.
“Jangan sampai ini tidak dilakukan komunikasi padahal perubahan anggaran ini sudah semakin dekat dan ini harus dituangkan kedalam perubahan anggaran dan harus direalisasi tahun ini minimal 40%” kata Aw Thalib.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan mengenai anggaran pembiayaan pemilu harus terus di komunikasikan antara KPU dengan Pemerintah Daerah, sebab faktor anggaran merupakan faktor yang dapat memaksimalkan kualitas dari pemilu itu sendiri.
(Rifaldi)












