Jakarta – Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertahan pada level Rp15.740, mengalami pelemahan sebesar 32 poin atau 0,20 persen dari perdagangan sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, nilai tukar rupiah masih dinilai stabil di tengah ketidakpastian pasar.
Selain rupiah, mata uang di kawasan Asia menunjukkan tren positif, dengan beberapa mata uang menguat. Baht Thailand, peso Filipina, won Korea Selatan, yuan China, dan dolar Singapura semuanya berada di zona hijau, menguat antara 0,01 hingga 0,10 persen.
Sementara itu, Yen Jepang menguat 0,13 persen, sedangkan dolar Hong Kong stagnan pada pembukaan perdagangan pagi ini. Di pasar global, mayoritas mata uang utama negara maju juga mencatatkan kenaikan. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dan dolar Australia masing-masing menguat 0,03, 0,09, dan 0,14 persen.
Franc Swiss dan dolar Kanada juga tidak ketinggalan, dengan menguat 0,03 dan 0,10 persen. Meskipun demikian, analis pasar menyatakan bahwa rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS, terutama setelah data tenaga kerja AS yang solid.
Ariston Tjendra, Pengamat Pasar, menjelaskan, “Data tenaga kerja AS yang solid dan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang berkurang dapat menjadi pendorong pelemahan rupiah. Namun, data perekonomian Indonesia di atas 5 persen mungkin dapat memberikan kestabilan pada nilai tukar rupiah hari ini.”
Dengan proyeksi pergerakan rupiah antara Rp15.680 hingga Rp15.750 per dolar AS, pasar keuangan Indonesia masih dinamis dan memerlukan pemantauan secara cermat.
(D014)












