Berlin – Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengajukan solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad. Pada Senin (5/2), Scholz secara langsung menyampaikan pandangannya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui sambungan telepon.
Menurut Scholz, solusi dua negara yang melibatkan berdirinya negara Palestina dan Israel secara berdaulat berdampingan adalah langkah terbaik menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.
“Dari pandangan pemerintah, hanya sebuah solusi dua negara yang akan membuka prospek solusi perdamaian yang berkelanjutan bagi konflik di Timur Tengah,” ucap Scholz kepada Netanyahu seperti dikutip dari AFP.
Solusi ini diharapkan mencakup wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, menjadi titik tolak menuju perdamaian yang langgeng. Sikap ini menjadi bagian dari sejumlah negara Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, yang kini mulai menjaga jarak menyusul agresi brutal Israel di Jalur Gaza.
Perkembangan ini juga membawa dampak kemanusiaan yang signifikan, dengan lebih dari 27.478 warga Palestina tewas sejak agresi brutal Israel terjadi pada 7 Oktober lalu. Meskipun merupakan sekutu terdekat Israel, Inggris dan Amerika Serikat juga mulai menggaungkan solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina sebagai jalan keluar konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
(D09)












