Bone Bolango — Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo mengungkapkan kekhawatiran terkait penurunan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada mendatang, yang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap partisipasi pemilih. Ketua Komisi 1, AW Thalib, menyoroti isu ini saat melakukan kunjungan kerja ke sekretariat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Kabila pada Senin, (01/08/2024).
Menurut AW Thalib, jumlah TPS di Kecamatan Kabila pada Pilkada nanti akan berkurang drastis dari 66 TPS saat Pemilihan Legislatif (Pileg) Februari lalu menjadi hanya 37 TPS. “Ini tentunya menjadi tantangan besar bagi PPK di sini untuk memastikan agar para pemilih dapat dengan mudah menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.
Penurunan jumlah TPS ini mengingatkan AW Thalib pada pengalaman sebelumnya di Daerah Pemilihan 6 Gorontalo, yang meliputi Boalemo dan Pohuwato.
“Kita pernah mengalami penurunan drastis partisipasi pemilih saat pemungutan suara ulang di daerah tersebut. Dari partisipasi sebesar 86 persen, turun tajam menjadi hanya 10 persen. Kami khawatir, penurunan jumlah TPS akan mengurangi animo masyarakat pada 27 November mendatang,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memantau kesiapan PPK dalam menghadapi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango. AW Thalib menegaskan bahwa perbedaan jumlah TPS dibandingkan dengan Pileg dapat berdampak pada tingkat partisipasi pemilih.
“Dengan jumlah TPS yang berkurang, akses warga ke tempat pemungutan suara menjadi lebih sulit, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik atau lansia yang sebelumnya memiliki TPS di dekat tempat tinggal mereka,” ungkapnya.
Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo mengharapkan PPK dapat menemukan solusi untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa setiap warga, terutama yang memiliki keterbatasan, tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan mudah. Langkah-langkah proaktif diperlukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan memastikan kelancaran proses pemilihan.
(adv)












