Gorontalo – Direktur RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie, Fitriyanto Radjak, mengungkapkan kesiapan sekaligus tantangan besar dalam rencana pengembangan rumah sakit yang dipimpinnya menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPP U) di bidang ilmu penyakit dalam.
Penunjukan RSUD Ainun Habibie sebagai RSPP U merupakan amanat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menurut Fitriyanto, keputusan tersebut sempat mengejutkan pihak rumah sakit, mengingat status RSUD Ainun Habibie saat ini masih bertipe C.
“Kami terus terang cukup kaget saat ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit penyelenggara RSPP U. Namun ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk meningkatkan kapasitas,” ujarnya pada dailypost.id, Selasa (17/04/2026).
Sebagai rumah sakit pendidikan berbasis layanan (hospital based), RSPP U memiliki standar tinggi, terutama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM). Salah satu syarat utama adalah ketersediaan minimal tiga dokter subspesialis penyakit dalam.
Saat ini, RSUD Ainun Habibie baru memiliki satu dokter subspesialis di bidang endokrin metabolik, yang juga menjadi satu-satunya di Gorontalo. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam memenuhi standar RSPP U.
“Kami mendorong dua dokter spesialis penyakit dalam yang ada untuk segera melanjutkan pendidikan subspesialis, karena minimal harus ada tiga,” jelas Fitriyanto.
Dalam upaya memenuhi standar pendidikan, RSUD Ainun Habibie menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo untuk penyusunan kurikulum pendidikan dokter spesialis penyakit dalam.
Selain itu, koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai pemberi mandat.
Tak hanya dari pemerintah pusat, dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan standar pelayanan kesehatan sesuai dengan persyaratan RSPP U.
Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi manajemen rumah sakit dalam mempercepat pemenuhan sarana, prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami diberi waktu oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan berbagai persiapan agar Rumah Sakit Ainun bisa lebih siap,” ujar Fitriyanto.
Jika berhasil menjadi RSPP U, Fitriyanto memastikan dampaknya akan sangat signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di Gorontalo maupun kawasan Indonesia Timur.
Dengan bertambahnya jumlah dokter subspesialis dan tenaga medis lainnya, kualitas layanan di RSUD Ainun Habibie diproyeksikan meningkat secara signifikan.
“Kalau SDM sudah lebih banyak dan lengkap, otomatis kualitas layanan juga meningkat,” tegasnya.
Tak hanya itu, keberadaan RSPP U di RSUD Ainun Habibie juga diharapkan mampu menjawab kekurangan dokter spesialis penyakit dalam di wilayah Indonesia Timur.
“Rumah sakit ini memang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia Timur yang saat ini masih sangat terbatas,” pungkas Fitriyanto.












